Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pertumbuhan Industri Air Minum dalam Kemasan Ditopang Air Mineral dan Teh Kemasan

image-gnews
idem
idem
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim) menyebut bahwa industri air minum dalam kemasan (AMDK) memberikan kontribusi besar dalam pertumbuhan penjualan minuman ringan periode 2022 hingga 2023. Dengan pertumbuhan sebesar 3,1 persen tahunan (year-on-year) itu, industri minuman ringan masih dalam proses pemulihan usai pandemi Covid-19. 

"Penyumbang utama dari pertumbuhan tersebut adalah air mineral. Tanpa penjualan air mineral, industri minuman ringan mengalami pertumbuhan negatif sebesar 2,6 persen," kata Ketua Umum Asrim, Triyono Prijosoesilo, saat konferensi pers di Hotel Mercure Jakarta, Rabu, 13 Maret 2024.

Selain air mineral, Triyono juga menyebut bahwa teh dalam kemasan juga menjadi produk unggulan yang mempengaruhi pertumbuhan penjualan minuman ringan. Menurut dia, teh dalam kemasan merupakan komoditas yang diminati masyarakat setelah air mineral. 

Triyono turut mengungkap alasan air mineral dan teh kemasan banyak diminati masyarakat. "Ini memang terjadi karena habit kita, orang Indonesia, lebih suka mengkonsumsi minuman air mineral dan teh. Dari dulu tradisi sudah ada, jadi wajar keduanya diminati," ujarnya. 

Lebih lanjut, Triyono menyebut bahwa kebutuhan air mineral yang tinggi disebabkan karena penggunaannya yang masif bagi masyarakat, seperti untuk pengolahan makanan dan minuman olahan lainnya. "Bisa saja AMDK itu dicampur sesuatu," tuturnya. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ihwal tingginya pengaruh air mineral, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Merrijantij Punguan Pintaria, menyebut bahwa iklim tropis Indonesia mendorong masyarakat mengkonsumsi air mineral. 

Selain itu, Merrijantij juga menyampaikan bahwa pertimbangan praktis membuat masyarakat lebih memilih AMDK. "Kalau kita nenteng air minum dua liter tiap harihari terlalu berat, jadi kita membawa 500 ml. Nanti saat butuh air minum tambahan, yang praktis ada AMDK," ucapnya. 

Pilihan Editor: YKMI dan MUI Sebut Air Minum Dalam Kemasan Terkandung Bromat Hoaks, Ini Detailnya

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kemenperin: Industri Bus Berprospek Cerah di Tahun Ini, Karoseri RI Diminati

11 jam lalu

Ilustrasi armada bus Rosalia Indah. Foto : Rosalia Indah
Kemenperin: Industri Bus Berprospek Cerah di Tahun Ini, Karoseri RI Diminati

Pertumbuhan yang cukup ekspansif membuat bisnis di sektor bus memiliki peluang besar untuk dikembangkan.


Kemenperin Sita 25.257 Speaker Aktif Impor dari Cina Senilai Rp 10,2 Miliar, Kenapa?

1 hari lalu

Kepala Badan Standardisasi Kebijakan Jasa Industri Kemenperin Andi Rizaldi dalam konferensi pers penyitaan sementara speaker aktif tak SNI di Jakarta, Jumat, 19 Juli 2024. ANTARA/Muzdaffar Fauzan
Kemenperin Sita 25.257 Speaker Aktif Impor dari Cina Senilai Rp 10,2 Miliar, Kenapa?

Kemenperin menyita 25.257 unit speaker aktif senilai Rp 10,2 miliar dari tiga perusahaan asal Cina.


Produk Asli Indonesia, Le Minerale Tidak Afiliasi Israel

2 hari lalu

Kapal KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat – 992, adalah kapal bantu rumah sakit milik TNI Angkatan Laut, yang akan segera diberangkatkan dan melakukan misi kemanusiaan di perairan Gaza, Palestina.
Produk Asli Indonesia, Le Minerale Tidak Afiliasi Israel

Aksi boikot terhadap sejumlah produk yang terafiliasi Israel ternyata efektif. produk-produk perusahaan multinasional yang terafiliasi israel mulai merasakan dampaknya, termasuk di Indonesia.


Kemendagri Desak BUMD Penuhi Target Capaian Sistem Penyediaan Air Minum 100 Persen

3 hari lalu

Sejumlah pekerja bertugas di instalasi Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik (SPALD) di Pulau Sabira, 21 Juni 2021. Untuk mengatasi permasalahan air bersih, sejak 2019 pemerintah membangun sistem Backrish Water Reverse Osmosis (BWRO) untuk penyediaan air bersih layak minum bagi masyarakat Sabira. Yang terbaru, sejak Maret 2021 pemerintah juga telah mengoperasikan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik (SPALD) untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menjaga kualitas air permukaan dan air tanah di Sabira. ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA
Kemendagri Desak BUMD Penuhi Target Capaian Sistem Penyediaan Air Minum 100 Persen

Pemerintah menargetkan menyediakan kebutuhan air minum di Indonesia dengan capaian 100 persen untuk Indonesia Emas 2045.


Kemenperin Tunjuk 20 Startup Implementasikan Inovasinya ke IKM, Dilibatkan di Tech Link Summit 2024

3 hari lalu

Kementrian Perindustrian memilih 20 Startup untuk menerapkan inovasi teknologi kepada 20 industri kecil menengah, yang ditetapkan dalam event Link Tech Summit 2024 di Gedung PIDI 4.0, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. TEMPO/Nandito Putra
Kemenperin Tunjuk 20 Startup Implementasikan Inovasinya ke IKM, Dilibatkan di Tech Link Summit 2024

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjaring 20 startup untuk menerapkan inovasinya kepada 20 industri kecil menengah (IKM).


Kemenkeu Telah Gelontorkan Rp4,6 Triliun untuk Pembangunan 4 Proyek SPAM

3 hari lalu

Konstruksi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Pekanbaru fase A sebagai salah satu proyek kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), saat ini telah selesai dan berstatus Commercial Operation Date (COD) pada tanggal 30 September 2022.DOK DJPPR
Kemenkeu Telah Gelontorkan Rp4,6 Triliun untuk Pembangunan 4 Proyek SPAM

Kemenkeu telah menggelontorkan dana sekitar Rp4,6 triliun untuk merampungkan empat proyek Sistem Penyediaan Air Minum atau SPAM per awal Juli 2024.


Kadar Bromat Le Minerale Dibawah Ambang Batas

4 hari lalu

Kadar Bromat Le Minerale Dibawah Ambang Batas

Le Minerale merilis hasil uji laboratorium terakreditasi Kementerian Perindustrian, melalui Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Agro (BBIA). Hasilnya, kandungan bromat Le Minerale yakni 0,4 ppb atau 0,0004 mg/L.


Begini Paparan Ahli Farmokologi tentang Risiko BPA pada Tubuh

4 hari lalu

Begini Paparan Ahli Farmokologi tentang Risiko BPA pada Tubuh

Berbagai studi dilakukan untuk mengetahui potensi paparan BPA terhadap tubuh yang dapat berpengaruh secara jangka panjang pada kesehatan.


YLKI Siap Gencarkan Sosialisasi Pelabelan BPA

5 hari lalu

YLKI Siap Gencarkan Sosialisasi Pelabelan BPA

YLKI akan mendorong BPOM melakukan audit dan inspeksi agar produsen mematuhi Peraturan BPOM Nomor 6 Tahun 2024.


Kemenperin Apresiasi Komitmen Le Minerale yang Bertanggung Jawab pada Produknya dari Hulu Hingga Hilir

9 hari lalu

Kementerian Perindustrian melakukan kunjungan ke pabrik PT Tirta
 Fresindo Jaya, produsen air minum dalam kemasan (AMDK) Le Minerale pada Jumat 12 Juli 2024.
Tujuan kunjungan untuk menyaksikan langsung proses produksi yang
berlokasi di Ciherang, Bogor. Dok. Le minerale.
Kemenperin Apresiasi Komitmen Le Minerale yang Bertanggung Jawab pada Produknya dari Hulu Hingga Hilir

Le Minerale telah membuktikan komitmennya dalam menjaga kualitas produk dan lingkungan melalui berbagai inisiatif.