Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Gurita Bisnis Tomy Winata, dari SCBD Jakarta Hingga Rempang Eco City

image-gnews
Pendiri Artha Graha Peduli Tomy Winata. TEMPO/Imam Sukamto
Pendiri Artha Graha Peduli Tomy Winata. TEMPO/Imam Sukamto
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Belakangan ini nama pengusaha Tomy Winata mencuat terkait sengketa tanah di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau. Anak perusahaan milik Tomy Winata,  PT Mega Elok Graha (MEG), akan mengubah Rempang menjadi Kawasan Rempang Eco City untuk lokasi berbagai industri, mulai dari pariwisata, jasa, hingga perumahan.

Rempang Eco City adalah salah satu buah dari hasil kunjungan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke Cina beberapa waktu lalu. Perusahaan Xinyi Group akan berinvestasi di Pulau Rempang dalam bentuk pembangunan pabrik kaca. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Batam, BP Batam, dan PT Megah Elok Graha bekerja sama untuk mempercepat proses pembangunannya.

Tomy sebelumnya tercatat menjalankan bisnis di berbagai bidang. Mulai dari properti, perhotelan, perdagangan, perbankan, transportasi, konstruksi, hingga telekomunikasi. Dia mulai merintis bisnisnya pada 1972 ketika dipercaya membangun kantor koramil di Singkawang.

Setelah proyek tersebut selesai, dia pun kembali dipercaya untuk membangun berbagai proyek di kalangan militer. Mulai dari barak, sekolah tentara, hingga menyalurkan barang ke markas militer di Papua, Ujung Pandang, Ambon, dan lainnya.

Selain akan membangun kawasan Rempang, perusahaannya diketahui merupakan pengembang Sudirman Central Business District (SCBD). Lantas, seperti apa profil SCBD yang dikembangkan Tomy Winata?

Profil SCBD

Warga Jakarta tentu sudah tidak asing lagi dengan kawasan SCBD. SCBD adalah kawasan eksklusif di Jakarta yang identik sebagai kawasan mewah dengan bangunan pencakar langit yang tinggi. Orang yang bekerja di kawasan ini juga dikenal dengan gaya berpakaian yang modis. Tapi, tahukah Anda siapa sosok pemilik SCBD?

Dilansir dari laman resmi SCBD, kawasan yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan itu dikembangkan oleh PT Danayasa Arthatama Tbk. Kawasan Elite ini dirancang sejak tahun 1987 dan mulai dibangun pada 1992.

Pada saat itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan kepercayaan kepada PT Danayasa Arthatama untuk mengubah lahan kumuh seluas 45 hektar yang berada di tengah-tengah Segitiga Emas Jakarta, menjadi kawasan perdagangan yang terintegrasi dan modern. Gedung Artha Graha menjadi bangunan pertama yang dibangun di kawasan tersebut. Kemudian diikuti dengan pembangunan Gedung Bursa Efek Indonesia dan Apartemen Kusuma Chandra.

PT Danayasa Arthatama terus mengembangkan berbagai properti di lahan tersebut, yang akhirnya dikenal sebagai Sudirman Central Business District atau SCBD. Pada tahun 2002, perusahaan ini melakukan penawaran umum perdana dengan 100 juta saham di bursa efek sebagai bagian dari langkah pengembangan bisnisnya.

Sebagai pengembang properti, PT Danayasa Arthagraha berhasil mengembangkan sembilan dari 25 lot di area SCBD, yang mencakup kondominium, gedung perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan, dan pusat hiburan.

Selanjutnya: Sosok pemilik SCBD...

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Jusuf Kalla ke Luhut: Tolonglah Rakyat Rempang

36 menit lalu

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden ke 10 dan 12 Yusuf Kala, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, dan Menko Polhukam, Mahfud MD (kiri-kanan) saat perayaan HUT Luhut yang ke-76 di Sopo Del Tower, Kuningan, Jakarta, Kamis, 28 September 2023. Dalam perayaan HUT ke-76 itu sekaligus peluncuran buku yang di tulis oleh Peter F. Gonta yang berjudul
Jusuf Kalla ke Luhut: Tolonglah Rakyat Rempang

Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan kepada Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan agar menolong rakyat Rempang.


Temuan Ombudsman Soal Rempang, Akademisi UI: Pasti Valid Itu

1 jam lalu

Sejumlah warga melintas di perkampungan nelayan Sembulang, Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, Rabu, 22 September 2023. Sebanyak empat kampung yakni Kampung Sembulang Tanjung, Sembulang Hulu, Pasir Panjang, dan Blonkeng dari 16 kampung tua terdampak relokasi tahap pertama dalam pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City Pulau Rempang. ANTARA/Teguh Prihatna
Temuan Ombudsman Soal Rempang, Akademisi UI: Pasti Valid Itu

Dosen Antropologi Universitas Indonesia (UI) Suraya Afiff tidak semua penduduk di Kampung Tua lahir dan besar di Pulau Rempang.


Terkini Bisnis: Kampung Tua di Rempang Unik, Ombudsman Temukan Maladministrasi Layanan Kesehatan

2 jam lalu

Warga mengunakan kendaraan roda empat melintas di dekat lahan yang rencananya akan dijadikan tempat relokasi warga di Tanjung Banon, Sembulang, Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, Rabu, 27 September 2023. Sebanyak 700 KK warga yang terdampak relokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City Pulau Rempang tahap pertama akan mendapatkan hunian baru dengan tipe 45 senilai Rp120 juta dengan luas tanah maksimal 500 meter persegi. ANTARA/Teguh Prihatna
Terkini Bisnis: Kampung Tua di Rempang Unik, Ombudsman Temukan Maladministrasi Layanan Kesehatan

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Kamis sore, 28 September 2023 antara lain tentang temuan Ombudsman tentang kampung tua di Rempang.


2 Warga Batam Ditangkap karena Diduga Sebar Hoaks UAS Dipanggil Polda di Kasus Rempang

2 jam lalu

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Zahwani Pandra Arsyad. Foto Yogi Eka Sahputra
2 Warga Batam Ditangkap karena Diduga Sebar Hoaks UAS Dipanggil Polda di Kasus Rempang

Sebelumya tersebar di media sosial Ustad Abdul Somad mendapat panggilan dari Polda Kepri karena ikut membantu warga Rempang yang menolak relokasi.


Soroti Sejarah Hukum Kampung Tua di Rempang, Ombudsman: Ini Unik

6 jam lalu

Sejumlah warga melintas di perkampungan nelayan Sembulang, Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, Rabu, 22 September 2023. Sebanyak empat kampung yakni Kampung Sembulang Tanjung, Sembulang Hulu, Pasir Panjang, dan Blonkeng dari 16 kampung tua terdampak relokasi tahap pertama dalam pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City Pulau Rempang. ANTARA/Teguh Prihatna
Soroti Sejarah Hukum Kampung Tua di Rempang, Ombudsman: Ini Unik

Pada 2007 telah direkomendasikan untuk mempertahankan kawasan kampung tua di Rempang agar tidak masuk dalam pengembangan kawasan.


Kondisi Terkini Rempang Setelah Rencana Pengosongan Pulau Hari Ini Dibatalkan

6 jam lalu

Suasana di Posko Tim Gabungan di Simpang Dapur 6, Pulau Rempang Kota Batam, Kamis 28 September 2023. TEMPO/YOGI EKA SAHPUTRA
Kondisi Terkini Rempang Setelah Rencana Pengosongan Pulau Hari Ini Dibatalkan

Suasana Pulau Rempang Kota Batam terlihat kondusif setelah pemerintah memutuskan membatalkan pengosongan yang awalnya dijadwalkan hari ini


Sikapi Temuan Awal Masalah Rempang, Ombudsman Berikan 4 Saran Korektif

7 jam lalu

Ratusan buruh Kota Batam yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Batam melakukan aksi demontrasi di depan kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Senin (25/09). Selain menuntut kenaikan upah, massa juga menyampaikan dukungan kepada masyarakat Rempang, Kota Batam. TEMPO/YOGI EKA SAHPUTRA
Sikapi Temuan Awal Masalah Rempang, Ombudsman Berikan 4 Saran Korektif

Ombudsman meminta Kepolisian Resor Barelang membebaskan atau memberikan penangguhan penahanan bagi warga Rempang yang masih ditahan sesuai ketentuan.


Terkini: Temuan Ombusdman dari Relokasi Rempang, Jawaban Tiktok Usai Permendag 31 Rilis

7 jam lalu

Anggota Ombudsman RI Johanes Widijantoro ketika ditemui di Kantor Ombudsman RI pada Rabu, 27 September 2023. TEMPO/Riri Rahayu
Terkini: Temuan Ombusdman dari Relokasi Rempang, Jawaban Tiktok Usai Permendag 31 Rilis

Berita terkini ekonomi hingga Kamis siang dimulai dari Johanes Widijantoro mengatakan ada sejumlah alasan warga Rempang menolak relokasi.


Bahlil Sebut Warga Rempang Tidak Digusur Tapi Digeser, Ombudsman: Intinya Sama, Dipindah

7 jam lalu

Posko bantuan hukum yang terdapat di Kampung Pasir Panjang, Pulau Rempang, Kota Batam, Selasa (26/9/2023). TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Bahlil Sebut Warga Rempang Tidak Digusur Tapi Digeser, Ombudsman: Intinya Sama, Dipindah

Johanes Widijantoro menyoroti pernyataan Menteri Bahlil Lahadalia mengenai perubahan kata relokasi warga Rempang dari digusur menjadi digeser.


Antropolog Sebut Ada Bibit Konflik dalam Upaya Relokasi Warga Rempang

8 jam lalu

Warga membentang spanduk  saat unjuk rasa bela Rempang di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, 26 September 2023. Mereka menuntut aparat untuk membebaskan warga yang ditahan saat konflik agraria antara warga Rempang dibubarkan oleh aksi represif polisi. Massa aksi juga menyerukan agar pemerintah lebih pro pada hak-hak rakyat ketimbang pencaplokan lahan demi investasi. TEMPO/Prima Mulia
Antropolog Sebut Ada Bibit Konflik dalam Upaya Relokasi Warga Rempang

Antropolog Universitas Indonesia Suraya Afiff menyebut ada bibit konflik dalam upaya relokasi warga Rempang. Apa sebabnya?