Tak Sampai 1 Persen Petani Kecil yang Bisa Akses KUR, Guru Besar IPB Cerita Akar Masalah

Petani memanen bayam putih di Kemang - Bogor, Selasa, 7 Juli 2020. Menurut para petani selama pandemi COVID-19 mengalami penurunan harga dengan jual perikat kecil Rp. 1.000. Tempo/Amston Probel

TEMPO.CO, Jakarta - Penyaluran kredit usaha rakyat atau KUR dinilai tidak sampai kepada petani kecil secara efektif karena banyak yang tidak bisa memenuhi ketentuan administrasi perbankan. Hal tersebut menjadi salah satu kendala sulitnya petani kecil untuk berkembang di Indonesia.

Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa menilai bahwa petani di Indonesia mengalami kondisi sulit cukup lama. Sayangnya, belum terdapat perbaikan yang berarti, meskipun Indonesia sering mendaulat diri sebagai negara agraris.

Dia bercerita pernah diundang oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution ketika masih menjabat, untuk berdiskusi soal program KUR dengan plafon Rp100 triliun. Andreas dimintai pendapat mengenai efektivitas KUR bagi para petani.

Andreas menyampaikan dengan tegas bahwa KUR itu tidak akan sampai kepada petani kecil. Memang, banyak pelaku sektor pertanian yang akan menerima KUR, tetapi mereka adalah petani off farm, bukan petani kecil yang secara langsung menggarap lahannya.

"Pak Darmin tanya ini bisa sampai ke petani kecil enggak? Saya bilang tidak. Kurang dari 1 persen petani kecil yang mampu mengakses KUR. Lalu KUR [dinikmati] oleh siapa? Ya petani, tetapi yang off farm," ujar Andreas dalam diskusi Polemik: Waspada Resesi Ekonomi dan Krisis Pangan, Sabtu 1 Oktober 2022.

Profesor bidang ilmu tanah tersebut menyebut bahwa para petani kecil cenderung belum memiliki rekening bank (unbankable). Penyebabnya beragam, mulai dari keinginan untuk menyimpan uangnya sendiri, jumlah uang yang terbatas, maupun karena belum paham.

Andreas menyebut bahwa para petani kecil akhirnya banyak yang tidak bisa mengakses KUR karena tidak bisa memenuhi berbagai persyaratan yang ada, berbeda dengan petani skala besar. KUR memang tersalurkan, tetapi tidak menyentuh mereka yang berada di lapisan terbawah dengan optimal.

"Karena KUR itu harus mengikuti prinsip perbankan yang tidak mungkin diikuti petani kecil," ujarnya.

Andreas menyayangkan kondisi itu belum teratasi dengan baik. Para petani kecil kini semakin tertekan karena biaya produksi terus naik, tetapi harga jual pertanian tidak mengimbanginya, sehingga terdapat ancaman semakin sedikit orang yang bersedia menjadi petani.

BISNIS

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Target Penyaluran Kredit Usaha Rakyat 2024 Rp 585 T, Naik 24,4 Persen dari Tahun Sebelumnya

12 jam lalu

Target Penyaluran Kredit Usaha Rakyat 2024 Rp 585 T, Naik 24,4 Persen dari Tahun Sebelumnya

Pemerintah menetapkan target penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) atau kredit bersubsidi sebesar Rp585 triliun pada 2024.


Google.org Beri Hibah Rp 11 Miliar untuk Edufarmers di Cianjur

7 hari lalu

Google.org Beri Hibah Rp 11 Miliar untuk Edufarmers di Cianjur

Google.org juga menyediakan hibah sebesar US$500 ribu atau Rp 7,8 miliar untuk World Food Program, untuk mendukung upaya badan PBB itu di Indonesia.


Kegiatan KKN Mahasiswa UGM Akan Sampai ke Namibia di Afrika?

9 hari lalu

Kegiatan KKN Mahasiswa UGM Akan Sampai ke Namibia di Afrika?

Ada alasan kenapa UGM pertimbangkan kirim mahasiswa KKN ke Namibia. Berikut ini penjelasannya.


Bank Mandiri Catat Penyaluran KUR hingga Oktober Capai 85,9 Persen dari Target

11 hari lalu

Bank Mandiri Catat Penyaluran KUR hingga Oktober Capai 85,9 Persen dari Target

Bank Mandiri telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp34,38 triliun.


Petani Lebak Tanam Padi Nutrisi Zinc 1.000 Hektare

11 hari lalu

Petani Lebak Tanam Padi Nutrisi Zinc 1.000 Hektare

Petani Kabupaten Lebak melakukan gerakan tanam padi benih varietas nutrisi zinc seluas 1.000 hektare untuk membantu menurunkan angka stunting.


Anak Petani Gagal Jadi Polwan Diduga Diganti Ponakan AKBP, Kapolri Turun Tangan, Lemkapi: Bijak

12 hari lalu

Anak Petani Gagal Jadi Polwan Diduga Diganti Ponakan AKBP, Kapolri Turun Tangan, Lemkapi: Bijak

Edi Hasibuan menyambut baik keputusan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang bakal meloloskan Sulastri Irwan, anak petani untuk jadi polisi.


Bupati Kediri Fasilitasi Kepemilikan Drone Bagi Petani Milenial

14 hari lalu

Bupati Kediri Fasilitasi Kepemilikan Drone Bagi Petani Milenial

Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) bekerjasama dengan Hasana Drone meluncurkan program kepemilikan drone untuk petani milenial.


COP27: Sumbang Emisi Terbesar, Pertanian Tak Punya Road Map Ekonomi Berkelanjutan

19 hari lalu

COP27: Sumbang Emisi Terbesar, Pertanian Tak Punya Road Map Ekonomi Berkelanjutan

COP27 membahas produksi makanan sumbang sepertiga emisi gas rumah kaca global dan ancaman utama bagi 86% spesies terancam punah.


Kementan Bakal Gelar Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh

20 hari lalu

Kementan Bakal Gelar Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh

Hingga kini yang sudah terdaftar sebagai peserta pelatihan sebanyak 672.193 peserta atau baru 38 persen.


Kementan Siapkan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Volume 4

20 hari lalu

Kementan Siapkan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Volume 4

Pertanian harus mampu mencukupi kebutuhan barang sekaligus jasa.