Budi Karya Sebut Enam Bupati Jamin Okupansi Penumpang di Bandara Soedirman Purbalingga

Menteri Perhubungan Budi Karya saat menghadiri Super Air Jet First Anniversary dan SAJ Fashion Show di Terminal 1B Bandara Soekarno Hatta, Senin, 22 Agustus 2022. Dok. Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga, Jawa Tengah siap melayani kembali penerbangan komersial.

Menhub mengatakan, enam kepala daerah di Jawa Tengah bagian barat dan selatan yakni Purbalingga, Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo, Pemalang, dan Kebumen, telah menyatakan komitmennya untuk menjamin tingkat keterisian penumpang pesawat melalui blocking seat atau pembelian kursi.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para kepala daerah yang kompak akan mengupayakan block seat. Ini artinya ada jaminan tingkat keterisian penumpang pesawat dan memberikan kepastian adanya penerbangan di bandara ini,” kata Budi Karya saat memimpin rapat dengan enam kepala daerah di Jawa Tengah bagian barat dan selatan, di Bandara JB Soedirman Purbalingga, Jumat 30 September 2022.

Menhub mengatakan, upaya memberikan jaminan block seat ini dilakukan sebagai upaya awal agar penerbangan dari dan ke Bandara JB Soedirman dapat segera beroperasi kembali setelah terdampak pandemi Covid-19.

Adapun skema pembelian kursi ini akan dibahas lebih lanjut antara maskapai bersama perwakilan daerah masing-masing, dengan fasilitasi dari Kemenhub.

“Kita harapkan block seat ini tidak berlangsung lama dan setelah itu menjadi penerbangan yang biasa,” ujarnya.

Menhub menyampaikan, mulai bulan Oktober 2022, semua pihak baik pemda, operator penerbangan, serta operator bandara, sepakat berkomitmen menyelenggarakan tiga flight/penerbangan dalam satu minggu sebagai permulaan.

“Ini bukti adanya kekompakan dan kerja sama yang baik antara Kemenhub, pemda, operator bandara, serta maskapai, untuk memastikan adanya penerbangan di bandara ini,” katanya.

Menhub mengatakan, penerbangan dari dan ke Bandara JB Soedirman sangat potensial dan pelayanan penerbangan di bandara ini telah dinanti oleh masyarakat Purbalingga dan sekitarnya.

Keberadaan bandara ini diyakini akan memberikan banyak manfaat positif bagi kemajuan ekonomi masyarakat di Purbalingga dan sekitarnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi yang mewakili enam kepala daerah di Jawa Tengah bagian barat dan selatan mengatakan, pihaknya berkomitmen penuh mendukung upaya pembukaan kembali penerbangan di Bandara JB Soedirman melalui jaminan block seat.

“Dengan dukungan para kepala daerah, akan terbentuk captive market yang baik dan kita harapkan kunjungan ke bandara ini semakin meningkat,” ujarnya.

Dengan mulai meredanya pandemi Covid-19 dan dibukanya kembali Bandara Halim yang telah direvitalisasi, diharapkan pelayanan penerbangan dari dan ke bandara kecil di pulau Jawa seperti di Bandara JB Soedirman Purbalingga dapat segera kembali dibuka.

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono, AP I Siapkan 34 Parkir Pesawat Jet Pribadi

6 jam lalu

Pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono, AP I Siapkan 34 Parkir Pesawat Jet Pribadi

Menjelang pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono, persiapan juga dilakukan oleh pihak pengelola Bandara Adi Soemarmo Solo


Jelang Natal dan Tahun Baru, 31 Rute Penerbangan di Riau dan Papua Beroperasi Kembali

2 hari lalu

Jelang Natal dan Tahun Baru, 31 Rute Penerbangan di Riau dan Papua Beroperasi Kembali

Kemenhub membuka kembali 31 rute angkutan udara perintis untuk meningkatkan layanan penerbangan menjelang Natal dan Tahun Baru 2023.


Jet Pribadi Efisien untuk Liburan dan Beragam Keperluan, Berapa Tarifnya?

2 hari lalu

Jet Pribadi Efisien untuk Liburan dan Beragam Keperluan, Berapa Tarifnya?

Jet pribadi memang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, seperti berlibur, urusan bisnis, kedaruratan hingga politik.


Jelang Libur Nataru, PT KAI Daop 1 Jakarta Jual 20.557 Tiket Kereta

3 hari lalu

Jelang Libur Nataru, PT KAI Daop 1 Jakarta Jual 20.557 Tiket Kereta

PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Operasi 1 Jakarta menyediakan 745.622 tiket kereta jarak jauh untuk musim libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.


Berikut Daftar Maskapai yang Pindah Terminal di Bandara Soetta Mulai 7 Desember

4 hari lalu

Berikut Daftar Maskapai yang Pindah Terminal di Bandara Soetta Mulai 7 Desember

AP II menyeimbangkan kapasitas terminal atau rebalancing capacity di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.


Ditutup Sejak 2021 karena Faktor Keamanan, Penerbangan Sentani-Kiwirok Kini Dibuka Kembali

6 hari lalu

Ditutup Sejak 2021 karena Faktor Keamanan, Penerbangan Sentani-Kiwirok Kini Dibuka Kembali

Kini masyarakat Distrik Kiwirok bisa menikmati kembali pelayanan terbang dengan dibukanya penerbangan Sentani-Kiwirok-Sentani.


Hadiri Pengoperasian Terbatas, Menhub: Cita-cita Kita Punya Kereta Api di Sulawesi Terwujud

6 hari lalu

Hadiri Pengoperasian Terbatas, Menhub: Cita-cita Kita Punya Kereta Api di Sulawesi Terwujud

Jalur kereta api Makassar-Parepare memiliki panjang total 142 Km, merupakan bagian dari rencana pembangunan kereta api Trans Sulawesi.


Inilah Sejarah KA Argo Parahyangan yang Dikabarkan Bakal Ditutup jika KCJB Beroperasi

7 hari lalu

Inilah Sejarah KA Argo Parahyangan yang Dikabarkan Bakal Ditutup jika KCJB Beroperasi

KA Argo Parahyangan dikabarkan akan ditutup saat KCJB mulai beroperasi. Begini sejarah dan fasilitas di KA Argo Parahyangan.


5 Alasan Tak Biasa yang Membuat Penumpang Dikeluarkan dari Pesawat

7 hari lalu

5 Alasan Tak Biasa yang Membuat Penumpang Dikeluarkan dari Pesawat

Kenyataannya adalah ada banyak persyaratan kontrak dari maskapai penerbangan, termasuk hak awak pesawat untuk mengeluarkan penumpang dari pesawat.


Akan Ada Subsidi Beli Motor Listrik Rp 6,5 Juta, Luhut Sebut Lebih Hemat dari Bahan Bakar Fosil

8 hari lalu

Akan Ada Subsidi Beli Motor Listrik Rp 6,5 Juta, Luhut Sebut Lebih Hemat dari Bahan Bakar Fosil

Luhut memperkirakan besaran subsidi motor listrik bakal berkisar Rp 6,5 juta per unit. Apa sebenarnya alasan pemerintah menyubsidi kendaran listrik?