Luhut Sebut Indonesia Harus Siap-siap Terkena Dampak 'Perfect Storm'

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan memberikan sambutan saat penandatanganan perjanjian Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan untuk Bandara Kediri, Rabu, 7 September. Dok. Istimewa.

TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia saat ini telah menjadi salah satu negara dengan ekonomi yang kuat di dunia. Namun, menurutnya Indonesia harus kompak agar dapat mengurangi dampak dari krisis global.

"Suka atau tidak suka, akan berdampak bagi Indonesia. Kita bersyukur sampai hari ini kita masih mampu meredam keadaan ini, tapi pertanyaannya berapa lama kita bisa?" ujarnya dalam acara Hari Maritim Nasional pada Selasa, 27 September 2022. 

Ia bercerita dirinya baru saja dari New York dan bertemu dengan para pengamat ekonomi di sana. Dunia diramalkan akan menghadapi keadaan yang sangat krusial, yakni krisis global atau 'Perfect Storm'. The Fed akan menaikkan suku bunganya sampai 4,75 sampai akhir tahun. Luhut berujar hal itu akan berdampak pada ekonomi Indonesia. 

Meski Inflasi Indonesia berada di level 4,9, dengan core inflasi di angka 2,8. Tetapi, menurutnya kondisi pangan di Tanah Air masih bermasalah. 

Walaupun para pengamat yang ia temui di New York telah memberikan apresiasi atas penanganan ekonomi Indonesia yang dianggap sangat baik. Tetapi menurut dia, situasi yang ada di Ukraina masih harus diwaspadai sebab sangat berdampak pada pangan dan energi di Tanah Air. 

Terlebih belum bisa dipastikan kapan ketegangan geopolitik itu akan berakhir. Ditambah ketegangan antara Cina dan Taiwan yang juga berdampak banyak pada perekonomian dunia. 

Namun dirinya percaya jika masyarakat dan pemerintah kompak dalam menghadapi tantangan kriris itu, maka target Indonesia emas pada 2045 bisa tercapai. Ia juga masih meyakini ramalan dunia yang menyatakan bahwa Indonesia akan menjadi salah satu dari empat besar ekonomi dunia pada 2045-2050.

"Oleh karena itu kita harus menata negeri kita dengan baik. Ayo kita kancingkan baju tangan kita lebih efisien, lebih kompak, lebih padu menghadapi tantangan yang tidak bisa kita hindari," kata Luhut.

Baca Juga: Luhut Buka Perdagangan Bursa AS: Mantan Prajurit Lulusan Lembah Tidar Dapat Kehormatan Luar Biasa

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Rupiah Kembali Menguat di Level Rp 15.563 per Dolar AS Sore Ini

2 jam lalu

Rupiah Kembali Menguat di Level Rp 15.563 per Dolar AS Sore Ini

Rupiah menutup perdagangan Kamis, 1 Desember 2022 dengan penguatan 169 poin di level Rp 15.563 per dolar AS.


Utang RI Mendekati Rp 7.500 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman, Asalkan...

4 jam lalu

Utang RI Mendekati Rp 7.500 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman, Asalkan...

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai utang Indonesia masih tergolong aman.


Akan Ada Subsidi Beli Motor Listrik Rp 6,5 Juta, Luhut Sebut Lebih Hemat dari Bahan Bakar Fosil

11 jam lalu

Akan Ada Subsidi Beli Motor Listrik Rp 6,5 Juta, Luhut Sebut Lebih Hemat dari Bahan Bakar Fosil

Luhut memperkirakan besaran subsidi motor listrik bakal berkisar Rp 6,5 juta per unit. Apa sebenarnya alasan pemerintah menyubsidi kendaran listrik?


Luhut: Subsidi Motor Listrik Berlaku Tahun Depan, Berapa Besarannya?

15 jam lalu

Luhut: Subsidi Motor Listrik Berlaku Tahun Depan, Berapa Besarannya?

Untuk saat ini, pemerintah baru menentukan besaran subsidi untuk pembelian motor listrik.


Luhut Peringatkan Investasi Tak Boleh Ada Hambatan: Buat Saya Ada Satu Titik to Kill or To Be Killed

1 hari lalu

Luhut Peringatkan Investasi Tak Boleh Ada Hambatan: Buat Saya Ada Satu Titik to Kill or To Be Killed

Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan mem-buldozer pihak yang mengganggu upaya pemerintah dalam mengejar target investasi domestik.


Gubernur BI: Koordinasi Erat Jadi Kekuatan RI Hadapi Ekonomi Dunia yang Bergejolak

1 hari lalu

Gubernur BI: Koordinasi Erat Jadi Kekuatan RI Hadapi Ekonomi Dunia yang Bergejolak

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyatakan Indonesia memiliki kekuatan tersendiri untuk menghadapi perekonomian global yang bergejolak.


Wamenkeu Sebut Produk Dalam Negeri Bisa Topang Ekonomi RI di Tengah Ancaman Krisis

1 hari lalu

Wamenkeu Sebut Produk Dalam Negeri Bisa Topang Ekonomi RI di Tengah Ancaman Krisis

Wamenkeu mengatakan penggunaan produk dalam negeri bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.


Luhut: Tahun Depan, Belanja Produk Impor Maksimal 5 Persen

2 hari lalu

Luhut: Tahun Depan, Belanja Produk Impor Maksimal 5 Persen

Luhut yakin pengurangan porsi impor ini dapat meningkatkan belanja produk dalam negeri sehingga memberikan dampak ekonomi yang signifikan.


Rupiah Lesu di Level Rp15.730, Demonstrasi Cina dan Kebijakan The Fed Jadi Sentimen

2 hari lalu

Rupiah Lesu di Level Rp15.730, Demonstrasi Cina dan Kebijakan The Fed Jadi Sentimen

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi melemah.


Terpopuler Bisnis: OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit hingga 2024, UMP Jabar Naik 7,88 Persen

2 hari lalu

Terpopuler Bisnis: OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit hingga 2024, UMP Jabar Naik 7,88 Persen

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Senin kemarin 28 November 2022, dimulai dari OJK yang resmi memperpanjang restrukturisasi kredit