Partai Buruh Indonesia Kutuk Keras Tewasnya Ratusan Buruh Migran di Sabah Malaysia

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal berorasi saat aksi peringatan May Day di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Minggu, 1 Mei 2022. Alasan para buruh menggelar aksi di KPU yaitu mereka menuntut KPU agar jujur dan adil serta melaksanakan pemilu tepat waktu yaitu pada 24 Februari 2024. TEMPO/ Cristian Hansen

TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Partai Buruh Indonesia Said Iqbal merespons keras kabar ratusan buruh migran yang meninggal dunia di pusat-pusat penahanan imigrasi di Sabah, Malaysia, selama periode 18 bulan, antara 2021 dan 2022.

"Kami mendengar ada ratusan buruh yang ditahan pihak imigrasi Sabah Malaysia telah meninggal dunia. Kami mengutuk keras dan menyesalkan mengapa peristiwa ini bisa terjadi," kata Said Iqbal dalam keterangannya yang diterima Tempo, Kamis, 30 Juni 2022.

Ia mengatakan sebagai partai politik yang berbasis buruh, di mana buruh migran adalah konstituennya, maka pihaknya memperingatkan Pemerintah Malaysia agar lebih manusiawi dalam memperlakukan buruh migran.

Untuk memperjuangkan keadilan bagi para korban, Said Iqbal akan mengajukan gugatan ke mahkamah internasional dan pengadilan HAM.

"Jika fakta ratusan buruh migran Indonesia yang meninggal di penjara imigrasi Sabah benar terjadi, akibat minimnya pemberian makanan dan akses kesehatan, kami akan membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional dan Dewan HAM PBB," ia menegaskan.

Sebagai salah satu pengurus PBB yang berkantor pusat di Geneva, yakni ILO Governing Body, Iqbal juga akan membawa kasus ini ke Komite Aplikasi Standard (The Committee on the Application of Standards) atau CAS.  Yakni sebuah tim panel yang dibentuk ILO terkait pelanggaran hak-hak buruh.

Said Iqbal juga mengaku sudah menghubungi Konfederasi Serikat Buruh Malaysia (MTUC) untuk bersama-sama mengungkap kasus ini.

"Untuk itu, kami akan mencari data dan fakta di lapangan. KSPI sudah menghubungi Konfederasi Serikat Buruh Malaysia (MTUC) untuk membentuk tim pencari fakta bersama," ujarnya.

Said Iqbal juga menegaskan, jangan ada yang  menganggap remeh kasus yang menyangkut nyawa manusia ini. Meneruskan perjuangannya, Partai Buruh Indonesia juga mendesak pemerintah Indonesia untuk mengirimkan tim investigasi ke Malaysia dan melindungi hak warga negara Indonesia.

"Dalam waktu dekat, kami akan melakukan aksi besar-besaran ke Kedutaan Besar Malaysia yang ada di Jakarta terkait dengan kasus buruh migran ini. Malaysia harus bertanggung jawab atas meninggalnya WNI di pusat-pusat penahanan imigrasi yang menjadi otoritasnya," ujar pria yang juga menjadi Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) tersebut.

Sebelumnya, Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) melaporkan bahwa 149 WNI meninggal saat berada di lima Rumah Tahanan Imigrasi di Sabah selama periode 18 bulan, antara 2021 dan 2022.

Baca Juga: 149 WNI Tewas di Rutan Imigrasi Sabah, Mendagri Malaysia: Kadang Orang Mati Saat Berjalan






2 WNI Didakwa Meracuni Puluhan Merpati di Malaysia

19 jam lalu

2 WNI Didakwa Meracuni Puluhan Merpati di Malaysia

Dua warga Indonesia bersama dua warga setempat didakwa meracuni puluhan burung merpati di Shah Alam, Malaysia. Disidang tanpa didampingi pengacara.


Hindari Razia Imigrasi Malaysia, WNI Lompat dari Lantai 4

1 hari lalu

Hindari Razia Imigrasi Malaysia, WNI Lompat dari Lantai 4

Seorang WNI melompat dari lantai empat sebuah bangunan untuk menghindari razia imigrasi Malaysia, yang menahan 33 warga Indonesia.


Putri Politikus Anwar Ibrahim Menikah

3 hari lalu

Putri Politikus Anwar Ibrahim Menikah

Nurul Izzah putri politikus Malaysia Anwar Ibrahim melangsungkan pernikahan sederhana dengan Yin Shao Loong pada 5 Agustus 2022 lalu.


Pemilu 2024, KPU Sebut Masih Ada 10 Partai yang Akan Daftar Sepekan ke Depan

4 hari lalu

Pemilu 2024, KPU Sebut Masih Ada 10 Partai yang Akan Daftar Sepekan ke Depan

KPU menyatakan telah menerima konfirmasi dari 10 partai politik yang akan mendaftar menjadi peserta Pemilu 2024 untuk sepekan ke depan.


India Tawarkan Jet Tempur Tejas ke Malaysia, Indonesia Berminat?

4 hari lalu

India Tawarkan Jet Tempur Tejas ke Malaysia, Indonesia Berminat?

India menawarkan 18 pesawat tempur ringan Tejas ke Malaysia, sementara Indonesia dan lima negara lain diklaim juga berminat pada jet itu


192 PMI Bermasalah dari Malaysia Dipulangkan ke Indonesia

5 hari lalu

192 PMI Bermasalah dari Malaysia Dipulangkan ke Indonesia

192 PMI / TKI Bermasalah dari Malaysia pada 4 Agustus 2022 dipulangkan ke tanah air lewat pesawat charter oleh Kementerian Luar Negeri RI.


Pendaftaran Peserta Pemilu 2024, Dokumen Partai Garuda Dinyatakan Lengkap

7 hari lalu

Pendaftaran Peserta Pemilu 2024, Dokumen Partai Garuda Dinyatakan Lengkap

Partai Garuda menjadi satu-satunya partai yang melakukan pendaftaran peserta Pemilu 2024 di KPU pada hari ini. Total sudah 11 partai yang mendaftar.


Dokter Malaysia Dideportasi Selandia Baru, Lakukan Pelecehan pada 4 Pasien

7 hari lalu

Dokter Malaysia Dideportasi Selandia Baru, Lakukan Pelecehan pada 4 Pasien

Seorang dokter asal Malaysia dideportasi dari Selandia Baru setelah menjalani hukuman lima tahun penjara karena penyerangan seksual.


Partai Buruh Sebut Data Kader Mereka Tak 100 Persen Muncul di Sipol KPU

7 hari lalu

Partai Buruh Sebut Data Kader Mereka Tak 100 Persen Muncul di Sipol KPU

Partai Buruh mendatangi KPU untuk mempertanyakan masalah dalam Sistem Informasi Partai Politik (Sipol)


Pendapatan Singapore Airlines Meningkat 3 Kali Lipat, Berikut Sejarah 50 Tahun SIA

7 hari lalu

Pendapatan Singapore Airlines Meningkat 3 Kali Lipat, Berikut Sejarah 50 Tahun SIA

Maskapai penerbangan Singapore Airlines telah berdiri 50 tahun, pendapatannya sampai Juni 2022 meningkat 3 kali lipat.