INACA Cerita Fenomena Menarik Maskapai Masa Pandemi, Ada yang Gugur dan Lahir

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Warga antre menunggu giliran untuk rapid test antigen dan tes PCR di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, 18 Desember 2020. Layanan dari PT Angkasa Puta II ini dilaksanakan untuk mendukung penerapan penerbangan sehat bagi calon penumpang pesawat udara ditengah meningkatnya penularan Covid-19 saat pandemi dan antisipasi lonjakan penumpang jelang libur natal dan tahun baru. TEMPO/Prima Mulia

    Warga antre menunggu giliran untuk rapid test antigen dan tes PCR di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, 18 Desember 2020. Layanan dari PT Angkasa Puta II ini dilaksanakan untuk mendukung penerapan penerbangan sehat bagi calon penumpang pesawat udara ditengah meningkatnya penularan Covid-19 saat pandemi dan antisipasi lonjakan penumpang jelang libur natal dan tahun baru. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional/INACA menilai terjadi fenomena menarik dalam penerbangan nasional saat pandemi COVID-19 sehingga mengindikasikan pasar transportasi udara tetap menarik dan diharapkan segera pulih.

    "Akibat pandemi banyak maskapai nasional berhenti beroperasi atau mengurangi kapasitas produksinya, namun di sisi lain, banyak maskapai baru yang muncul dengan performa yang baik. Ini fenomena menarik," kata Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa 7 Desember 2021.

    Hal itu disampaikan saat INACA bekerjasama dengan perusahaan manufaktur pesawat Boeing mengadakan Fleet Planning Workshop secara virtual. 

    Dikatakan, pandemi yang telah berlangsung selama kurang lebih 2 tahun telah berdampak sangat besar pada sektor transportasi udara di Indonesia. Akibat adanya pembatasan mobilisasi masyarakat untuk menghambat penyebaran virus Corona, berimbas pada menurunnya jumlah penumpang pesawat, dan akhirnya berdampak pada pendapatan maskapai penerbangan.

    Perusahaan penerbangan harus melakukan berbagai upaya pemulihan yang akan berdampak pada keberlanjutan bisnisnya untuk tetap memberikan layanan transportasi. Pengelolaan sumber daya yang efektif dan efisien menjadi salah upaya untuk menekan biaya, agar keberlangsungan usaha tetap terjaga.

    Denon menyatakan workshop yang dilakukan sangat relevan dengan kondisi penerbangan nasional saat ini mengingat berkurangnya jumlah armada membutuhkan pengelolaan yang baik untuk dapat memenuhi permintaan pasar penumpang dan kargo.

    "Dengan demikian operasional penerbangan dapat berjalan efektif, efisien dan maskapai mendapatkan pendapatan yang baik sebagai bekal untuk melakukan pertumbuhan pasca pandemi," katanya.

    Menurut kertas putih INACA bekerjasama dengan Universitas Padjajaran, penerbangan domestik Indonesia akan mulai pemulihan pada tahun 2022 dan optimal seperti sebelum pandemi di tahun 2024. Sedangkan penerbangan internasional diprediksi mulai internasional tahun 2023 dan optimal tahun 2026.

     

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Sarat Sejarah Final UCL Liverpool Vs Real Madrid, Ancelotti Incar Gelar Kemilau

    Laga Liverpool dan Real Madrid terjadi saat kedua tim dalam performa terbaiknya. Duel dua raksasa di Final UCL akan berlangsung pada Minggu dini hari.