Perhelatan World Superbike Tak Berdampak bagi Pelaku UMKM, Ini Kata Pemkot

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pertunjukan The Spirit of Mandalika yang berlangsung di Kuta Beach Park Mandalika, Lombok, NTB, menjadi penutup World Superbike pada Minggu, 21 November 2021. Foto: Surya Mulawarman

    Pertunjukan The Spirit of Mandalika yang berlangsung di Kuta Beach Park Mandalika, Lombok, NTB, menjadi penutup World Superbike pada Minggu, 21 November 2021. Foto: Surya Mulawarman

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan dampak transaksi ekonomi terhadap perhelatan World Superbike (WSBK) yang tuntas digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika tidak bisa didapatkan secara instan.

    "Persoalan terdampak atau tidak, saat ini kita belum bisa nilai instan sebab mungkin pengunjung WSBK masih fokus dan terpesona dengan perhelatan di Sirkuit Mandalika," kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram Lalu Martawang di Mataram, Selasa, 23 November 2021.

    Pernyataan itu disampaikan menanggapi adanya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang industri kerajinan mutiara mengaku perhelatan akbar WSBK tidak memberikan dampak.

    Pasalnya, selama WSBK bahkan saat ada kegiatan pameran mutiara di Mataram Craft Center (MCC), tidak satupun pengunjung yang datang belanja.

    Menyikapi hal itu, Martawang meminta pelaku UMKM tetap bersabar, sebab dengan adanya tamu-tamu yang datang dan keberhasilan Pemerintah Provinsi NTB secara umum sebagai tuan rumah yang ramah dan baik selama WSBK, bisa menimbulkan kerinduan bagi para tamu untuk datang dengan jumlah lebih banyak.

    "Ini pengalaman pertama kita, sehingga banyak pelajaran yang bisa kita dapat agar ke depan bisa menyiapkan diri lebih maksimal karena sudah mengetahui keinginan wisatawan," katanya.

    Dengan demikian, pemerintah dan pelaku UMKM bisa lebih siap dengan berbagai perangkat menyambut "event" akbar lainnya dan dampak ekonomi bisa dirasakan secara berkelanjutan."Pelaku UMKM harus optimistis, yakin dan percaya bahwa rezeki tidak kemana," katanya.

    Sebelumnya, Rini Hartono penjual mutiara, emas dan perak di gerai MCC Sekarbela, menyayangkan kegiatan akbar seperti WSBK sama sekali tidak memberikan dampak terhadap usahanya.

    "Tidak ada satupun tamu yang datang berbelanja selama WSBK. Bisa dikatakan yang belanja offline ke kami nol, kalau online alhamdulillah ada sedikit," katanya.

    Menurutnya, sepinya tamu yang datang belanja ke kawasan MCC dipicu karena kurangnya informasi dan promosi terhadap keberadaan MCC.

    Terkait dengan itu, ke depan untuk menyambut perhelatan MotoGP atau kegiatan akbar lainnya, Rini berharap pemerintah bisa melakukan promosi lebih maksimal lagi agar UMKM juga bisa merasakan dampaknya. "Kalau kita promosi hanya sebatas di online saja, dengan omset sebulan sekitar Rp 10 juta," ujar Rini.

    Baca Juga: Berapa Perputaran Uang Sekitar Sirkuit Mandalika Saat IATC dan World Superbike?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)