Jokowi Yakin Perdagangan RI Bisa Surplus Atas Cina di 2022, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali masuk dalam daftar 50 tokoh Islam berpengaruh di dunia versi The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC). Selain Jokowi, terdapat beberapa tokoh Indonesia yang juga masuk dalam daftar tersebut. REUTERS

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali masuk dalam daftar 50 tokoh Islam berpengaruh di dunia versi The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC). Selain Jokowi, terdapat beberapa tokoh Indonesia yang juga masuk dalam daftar tersebut. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi yakin tahun depan Indonesia bisa mengalami surplus perdagangan atas Cina. Menurut dia hal tersebut tampak lantaran defisit perdagangan Indonesia dengan Cina terus menurun seiring dengan strategi hilirisasi yang dilakukan pemerintah.

    "Kita 2018 itu minus US$ 18,4 miliar. Tahun 2020 sudah minus US$ 7,85 miliar, langsung turun. Ini dari mana ini? Dari besi baja, dari nikel yang jadi barang itu. Di 2021 sampai Oktober ini tinggal minus US$ 1,5 miliar. Nanti tahun depan 2022 saya yakin kita sudah surplus perdagangan kita dengan RRT. Saya yakin itu," ujar Jokowi dalam pidato yang disiarkan secara daring, Kamis, 18 November 2021.

    Ia mengatakan pemerintah akan meneruskan kebijakan hilirisasi produk mentah di Indonesia, misalnya nikel. Melalui kebijakan itu, pemerintah menyetop ekspor bijih nikel ke berbagai negara. Jokowi mengatakan banyak negara yang mempertanyakan kebijakan tersebut, termasuk dalam pertemuan G20 beberapa waktu lalu.

    Menanggapi pertanyaan itu, ia mengatakan kebijakan itu ditempuh untuk membuka lapangan kerja di dalam negeri. Meskipun demikian, Jokowi memastikan bahwa Indonesia terbuka untuk kerja sama dengan berbagai negara. Misalnya dengan membuat produk setengah jadi di Indonesia dan diekspor ke negara yang bekerja sama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)