Jokowi Minta Tarif Tes PCR Rp 300.000, Ridwan Kamil: Kalau Bisa Lebih Murah Lagi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat Panen Raya dan Rempug Tani Nasional bersama Dr. Salim Segaf Al Jufri, di Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Karawang, Selasa (28/9/2021). (Foto: Yogi Prayoga S./Biro Adpim Jabar)

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat Panen Raya dan Rempug Tani Nasional bersama Dr. Salim Segaf Al Jufri, di Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Karawang, Selasa (28/9/2021). (Foto: Yogi Prayoga S./Biro Adpim Jabar)

    TEMPO.CO, JakartaPresiden Joko Widodo atau Jokowi telah meminta harga tes polymerase chain reaction (PCR) bisa ditekan menjadi Rp 300.000. Soal ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai tarif tes tersebut sebaiknya bisa lebih diturunkan agar bisa meringankan masyarakat.

    “Saya mendukung kalau bisa harga PCR semurah-murahnya," ujar Ridwan Kamil di Gedung Sate, Bandung, Selasa, 26 Oktober 2021. "Kalau Pak Jokowi mengarahkan di bawah Rp 300.000 tentu itu akan meringankan. Tapi kalau bisa lebih murah lagi."

    Lebih jauh, pria yang akrab disapa Emil tersebut menyebutukan, penerapan tes antigen atau PCR pengguna transportasi massal sangat penting dalam upaya pencegahan Covid-19.

    Oleh karena itu, harga kedua jenis tes itu harus ditetapkan semurah mungkin agar benar-benar bisa membuat transportasi umum tumbuh.

    "Intinya harga harus semurah-murahnya, tapi pengamanan harus seaman-amannya," kata Emil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi dan Fakta-fakta Penembakan di Exit Tol Bintaro

    Terjadi insiden penembakan di Exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan, pada Jumat malam, 26 November 2021. Salah satu dari korban meninggal dunia.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)