Bandara Ngurah Rai Bali Tutup Pintu Kedatangan Internasional

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang melakukan pemeriksaan dokumen kesehatan sebelum berangkat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kuta, Bali, Selasa, 29 Juni 2021. Perubahan aturan tersebut sesuai Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 08 Tahun 2021 yang berlaku sejak Senin, 29 Juni 2021 dengan masa transisi selama dua hari. Sosialisasi berlaku penuh mulai besok sampai dengan waktu yang akan ditetapkan kemudian. Foto: Johannes P. Christo

    Sejumlah penumpang melakukan pemeriksaan dokumen kesehatan sebelum berangkat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kuta, Bali, Selasa, 29 Juni 2021. Perubahan aturan tersebut sesuai Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 08 Tahun 2021 yang berlaku sejak Senin, 29 Juni 2021 dengan masa transisi selama dua hari. Sosialisasi berlaku penuh mulai besok sampai dengan waktu yang akan ditetapkan kemudian. Foto: Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta Bandara Internasional Ngurah Rai Bali menutup sementara kedatangan penerbangan rute internasional. Kebijakan itu mengacu pada aturan baru yang diterbitkan Kementerian Perhubungan melalui Surat Edaran Nomor 74 Tahun 2021.

    Kementerian berupaya mencegah masuknya varian virus corona baru, yakni Mu, dari berbagai negara. Berdasarkan surat edaran tersebut, kedatangan internasional pun hanya dibuka melalui pintu bandara di Cengkareng dan Manado.

    “Penerbangan yang membawa penumpang internasional, baik itu penerbangan repatriasi maupun non-reguler, yang memasuki wilayah Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, dan Bandara Sam Ratulangi, Manado,” ujar Vice Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Handy Heryudhitiawan saat dihubungi Tempo, Kamis, 16 September 2021.

    Handy menjelaskan, sebelum aturan Kementerian terbit, Bandara I Gusti Ngurah Rai sudah tidak melayani melayani penerbangan internasional. Bandara terakhir membuka penerbangan repatriasi atau pemulangan warga negara asing (WNA) pada 18 Agustus 2021 dengan tujuan Australia.

    Saat itu, Pemerintah Australia memulangkan warga negaranya sebanyak 186 orang menggunakan maskapai Qantas Airways. Dari total penumpang, 178 di antaranya adalah orang dewasa dan delapan lainnya infant.

    “Sehingga sampai hari ini, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai belum melayani penerbangan berjadwal khusus internasional untuk mendukung kebijakan pemerintah mengantisipasi penyebaran Covid-19,” kata Handy.

    Meski demikian, dia memastikan penerbangan khusus untuk mengangkut kargo masih tetap berjalan. Handy belum memastikan kapan Bandara Internasional Ngurah Rai akan dibuka kembali untuk penerbangan asing lantaran mengikuti ketentuan regulator.

    Baca: Emoh Ikut 'Bakar Uang' seperti E-Commerce, BCA Fokus Jaga Nasabah Jangka Panjang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Persebaran Pengungsi di Indonesia Menurut UNHCR

    PBB mengucurkan dana untuk program respons sosial ekonomi inklusif untuk menghadapi Covid-19. UNHCR mendata persebaran penerima manfaat di Indonesia.