Dirut RNI: Dua Kontainer Beras Segera Diekspor ke Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT RNI (Persero) Arief Prasetyo Adi. Istimewa

    Direktur Utama PT RNI (Persero) Arief Prasetyo Adi. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (persero) atau RNI Arief Prasetyo Adi menyebut dalam waktu dekat bakal ada ekspor 2 kontainer beras ke Arab Saudi. Produk beras yang dikemas dalam kemasan vakum ini adalah produksi perusahaan pelat merah, PT Sang Hyang Seri (persero).

    Pemesannya adalah perusahaa asal Arab Saudi, Battlah Cooperation for Operation and Maintenance. Menurut dia, ini adalah ekspor perdana ke Battlah dari Sang Hyang Seri, perusahaan yang bakal jadi anggota holding BUMN pangan pimpinan yang dipimpin RNI.

    "Tadinya belum ada," kata Arief dalam dalam acara launching produk bersama BUMN pangan secara virtual di akun youtube Kementerian BUMN pada Kamis, 16 September 2021.

    Sebelumnya, Sang Hyang Seri memang telah meneken MoU dengan Battlah pada 15 Juni 2021. Kala itu, Direktur PT Sang Hyang Seri Karyawan Gunarso menyatakan kerja sama ini akan menjadi awal untuk meningkatkan skala kerja sama yang lebih besar antara Indonesia dan Arab Saudi, khususnya suplai kebutuhan jemaah haji dan umrah dari Indonesia.

    Adapun Battlah Cooperation for Operation and Maintenance merupakan perusahaan yang berkantor pusat di Kota Suci Mekkah. Perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan dan kontraktor umum yang mencakup impor, pengiriman, distribusi dan pemasaran.

    Selain Sang Hyang Seri, ada juga anggota holding yaitu PT Pertani (persero) yang baru saja meluncurkan beras merek Rania pada 22 Agustus 2021. Arief menyebut bers ini memiliki butih patah 15 persen dan kadar air 14 persen. "Ini beras premium," kata dia.

    Tapi sementara ini, beras tersebut baru dipakai untuk captive market bagi karyawan RNI. Lalu nanti dilanjutkan untuk karyawan di BUMN klaster pangan. "Kurang lebih 12 ribu orang, jadi kami punya captive marketnya," kata dia.

    BACA: Penuhi Kebutuhan Oksigen, RNI Produksi Oxygen Generator Buatan Dalam Negeri

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.