Erick Thohir Ingin Pos Indonesia Jadi Central Distribution Hub di Indonesia

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN RI Erick Thohir.

    Menteri BUMN RI Erick Thohir.

    TEMPO.CO, JakartaMenteri BUMN Erick Thohir berharap PT Pos Indonesia bisa terus menjadi tulang punggung Indonesia dalam membantu pengiriman ke seluruh Indonesia.

    "Saya berharap Pos Indonesia bisa menjadi central distribution hub di Indonesia," kata dia dalam siaran pers Humas PT Pos Indonesia, Minggu 12 September 2021.

    Erick Thohir mengapresiasi PT Pos Indonesia telah melakukan transformasi digital  di mana untuk layanan kiriman, konsumen bisa menggunakan PosAja! sementara untuk melakukan berbagai transaksi pembayaran bisa menggunakan PosPay.

    "Transformasi digital saat pandemi ini adalah sebuah keharusan. Pos Indonesia ini memiliki infrastruktur yang sangat memadai dan aset berharga di seluruh Indonesia. Ini harus dimanfaatkan," kata dia.

    Didampingi direksi dan komisaris PT Pos Indonesia (Persero), Menteri Erick Thohir mencoba secara langsung beberapa layanan digital Pos Indonesia di Kantor Pos Bogor, Jalan Juanda, Kota Bogor.

    Erick Thohir berkesempatan mencoba secara langsung aplikasi digital courier PosAja!, PosPay, dan lainnya.

    Menteri Erick juga melakukan video teleconference dengan salah seorang tenaga kerja migran Indonesia (TMI) di Taiwan.

    Pada uji coba aplikasi PosAja!, Menteri Erick juga mencoba melakukan pengiriman paket vitamin untuk dikirimkan ke salah satu puskesmas.

    Setelah memesan via handphone, salah seorang O-Ranger langsung merespons dan melakukan pickup.

    Sementara itu, Direktur Bisnis Kurir dan Logistik Siti Choiriana mengatakan terus memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan yang menggunakan aplikasi PosAja!.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.