Pengerjaan Seksi 1 Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi Akan Dimulai pada 2022

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melewati proyek pengerjaan seksi III tol Cisumdawu sebagai jalan pintas antar kampung di Sukasari, Sumedang, Jawa Barat, Ahad, 11 April 2021. Hingga April 2021, pembangunan seksi 1 sampai 3 dari exit tol Cileunyi sampai Cimalaka dipastikan selesai tahun ini.  TEMPO/Prima Mulia

    Warga melewati proyek pengerjaan seksi III tol Cisumdawu sebagai jalan pintas antar kampung di Sukasari, Sumedang, Jawa Barat, Ahad, 11 April 2021. Hingga April 2021, pembangunan seksi 1 sampai 3 dari exit tol Cileunyi sampai Cimalaka dipastikan selesai tahun ini. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk menargetkan pengerjaan konstruksi seksi I Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi akan dimulai pada 2022. Direktur Utama PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) Adi Prasetyanto mengatakan perseroan akan menyelesaikan proses pembebasan pada akhir tahun ini.

    “Jika semuanya sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, target penyelesaian konstruksi untuk seksi 1 dapat rampung pada 2024,” ujar Adi dalam keterangannya, Kamis, 29 Juli 2021.

    JPB mencatat progres pembebasan lahan untuk seksi I Ruas Probolinggo-Besuki telah mencapai 24,88 persen hingga akhir Juli 2021. Ruas itu membentang sepanjang 29,6 kilometer.

    JPB akan membantu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Lahan mempercepat proses pembebasan lahan untuk seksi I agar target dari pengerjaan konstruksi bisa sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. JPB, kata Adi, telah mengusulkan alokasi pengadaan pendanaan tanah  pada 2021.

    Perusahaan berkoordinasi dengan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

    Adapun pembebasan lahan seksi I menyesuaikan dengan rencana alokasi pendanaan tanah dari pemerintah. Secara paralel, perusahaan akan melakukan monitoring untuk pengerjaan seksi II ruas Besuki-Bajulmati (Kabupaten Situbondo) sepanjang 110,9 kilometer serta seksi III Bajulmati-Ketapang (Kabupaten Banyuwangi) sepanjang 31 kilometer.

    Adi menjelaskan, proses pembebasan lahan ruas tersebut terus dilakukan.  “Pada Juni 2021 lalu juga telah dilaksanakan pembayaran Uang Ganti Kerugian (UGK) untuk 22 bidang menggunakan Pembayaran Langsung Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN),” kata Adi.

    Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi dengan total panjang 171,516 kilometer akan menjadi titik akhir jaringan Jalan Tol Trans Jawa. Sesuai kontrak, masa konsesi untuk pembangunan dan pengelolaan jalan tol ini 35 tahun dengan investasi mencapai Rp 23,3 triliun.

    BACA: Sandiaga Janji Bawa Usulan Tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan ke Luhut

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.