Okupansi Hotel di Malang Hanya 10 persen, Sebagian Karyawan Dirumahkan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hotel Tugu Malang, terpilih menjadi 20 hotel terbaik Asia di Cond Nast Traveler Readers' Choice Awards 2019.

    Hotel Tugu Malang, terpilih menjadi 20 hotel terbaik Asia di Cond Nast Traveler Readers' Choice Awards 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta -Perhimpunan Hotel, dan Restoran Indonesia atau PHRI Kota Malang mencatat, tingkat okupansi hotel di Kota Malang, hanya sebesar 10 persen selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat.

    Ketua PHRI Badan Pimpinan Cabang (BPC) Kota Malang Agoes Basoeki di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu mengatakan, selama masa PPKM tercatat masih ada tamu yang menginap di hotel-hotel yang ada di wilayah tersebut, meskipun jumlahnya sangat kecil.

    "Untuk di Kota Malang, sementara hotel masih tetap berjalan, karena okupansi masih ada walaupun tidak banyak. Selama PPKM ini, okupansi hotel tinggal 10 persen," kata Agoes, seperti dikutip dari Kantor Berita ANTARA.

    Ia mengatakan, para tamu hotel yang menginap tersebut, tidak hanya berasal dari wilayah Kota Malang, namun juga berasal dari luar wilayah. Tamu-tamu tersebut, telah memenuhi persyaratan perjalanan selama masa PPKM Darurat yang dimulai pada 3 Juli 2021.

    Menurut dia, hotel-hotel yang beroperasi, juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi para tamu yang akan menginap. Jika tamu hotel menginap dalam kurun waktu yang lama, harus menyertakan hasil negatif swab berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR), atau swab antigen.

    "Jika menginap lebih dari satu minggu, pasti akan kita minta hasil swab PCR, atau swab antigen," katanya.

    Agoes menambahkan, di Kota Malang, penerapan PPKM memberikan tekanan cukup dalam terhadap sektor perhotelan. Bahkan, ada salah satu hotel di Kota Malang yang membuka layanan isolasi mandiri, bekerja sama dengan salah satu rumah sakit.

    "Ada hotel yang merelakan, dan mau menjadi hotel untuk tempat isolasi mandiri. Itu bekerja sama dengan salah satu rumah sakit di Kota Malang," katanya.

    Meskipun kondisi saat ini cukup berat, lanjutnya, PHRI Kota Malang meyakini bahwa sektor usaha hotel dan restoran akan kembali bangkit pada saat PPKM dilonggarkan, atau pembatasan-pembatasan dicabut. "Ketika dibuka atau dilonggarkan, itu akan langsung memberikan dampak. Tamu akan banyak yang datang, tinggal kita recovery, dan beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," tambahnya.

    Ia mengharapkan jika nantinya PPKM dilonggarkan, pengawasan penerapan protokol kesehatan di wilayah Kota Malang terus bisa ditingkatkan. Hal tersebut bertujuan agar sektor perekonomian bisa pulih dengan cepat, dan tidak ada lagi kasus lonjakan Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.