Terkini Bisnis: Kisah Pengusaha Jusuf Hamka, Pujian kepada Windy Cantika Aisah

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jusuf Hamka. Foto/Instagram

    Jusuf Hamka. Foto/Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta -Berita terkini ekonomi dan bisnis sepanjang Sabtu siang hingga sore, 24 Juli 2021 dimulai dengan kisah nasabah salah satu bank syariah swasta bernama Jusuf Hamka meminta keringanan bunga utang tetapi ditolak.

    Kemudian pernyataan dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bahwa pasien Covid-19 yang memiliki gejala dan saturasi oksigen rendah harus segera memperoleh penanganan di rumah sakit. Hal itu sebagai upaya pencegahan kematian akibat paparan virus corona.

    Selain itu berita Menteri BUMN Erick Thohir yang memberikan pujian atas kemenangan lifter putri Windy Cantika Aisah di cabang angkat besi. Atlet berusia 19 tahun itu menyumbang medali pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Berikut adalah ringkasan dari ketiga berita tersebut:

    1. Kisah Jusuf Hamka Minta Keringanan Bunga Utang Bank Syariah tapi Ditolak

    Pengusaha jalan tol, Jusuf Hamka, menceritakan sulitnya melakukan negosiasi utang dengan salah satu bank syariah swasta. Di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang membuat kinerja perusahaan menurun, ia meminta relaksasi bunga utang, namun ditolak.

    Kisah itu bermula saat perusahaan Jusuf Hamka di Jawa Barat melakukan perjanjian utang dengan bank syariah swasta senilai Rp 800 miliar. Dari utang tersebut, bank mematok bunga 11 persen.

    Lantaran perusahaannya mengalami penurunan pendapatan akibat pambatasan kegiatan masyarakat di masa pandemi Covid-19 sejak 2020, Jusuf meminta bank menurunkan bunga utang dari 11 persen menjadi 8 persen. Adapun bunga 11 persen dinilai lebih tinggi ketimbang bunga bank konvensional.

    “Mereka enggak mau, berkelit, berbelit, segala macam,” kata Jusuf dalam tayangan YouTube Podcast Deddy Corbuzier, Sabtu, 24 Juli 2021. Jusuf telah mengizinkan Tempo mengutip pernyataannya pada tayangan tersebut.

    Baca berita selengkapnya di sini.

    2. Menkes: Pasien Covid-19 Bergejala dengan Saturasi Oksigen di Bawah 94 Harus Dirawat

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pasien Covid-19 yang memiliki gejala dan saturasi oksigen rendah harus segera memperoleh penanganan di rumah sakit. Upaya itu dilakukan untuk mencegah tingginya angka kematian akibat paparan virus corona.

    “Kalau bergejala dan saturasinya di bawah 94 harus segera dirawat di lokasi isoter (isolasi terpusat) atau rumah sakit yang memiliki fasilitas alkes (alat kesehatan) dan nakes (tenaga kesehatan),” ujar Budi Gunadi dalam rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Jumat, 23 Juli 2021.

    Sementara itu untuk pasien dengan saturasi oksigen di atas 94, mereka dapat melakukan isolasi mandiri di rumah asalkan tidak bergejala. Berdasarkan berbagai laporan, Budi menjelaskan, pasien yang dibawa ke rumah sakit umumnya sudah berada dalam kondisi parah.

    Pasien terlambat memperoleh penanganan saat saturasi oksigennya sudah di bawah 90, yakni dengan kisaran 70-80. Padahal, untuk varian delta, Budi menyebut masa inkubasi virus dan masa sakit pasien yang tertular wabah itu relatif cepat. Budi pun akan berkoordinasi dengan pihak Puskesmas untuk melengkapi fasilitas kesehatan daerah dengan oxymeter untuk mengetahui kadar saturasi oksigen pasien-pasien Covid-19.

    Baca berita selengkapnya di sini.

    3. Kata Erick Thohir usai Windy Cantika Sumbang Medali di Olimpiade Tokyo

    Anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) sekaligus Menteri BUMN Erick Thohir memuji lifter putri Windy Cantika Aisah yang menyumbang medali pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.

    Lifter Indonesia, Windy Cantika Aisah berhasil meraih medali Perunggu dalam kelas 49 Kg Putri Grup A Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum, Tokyo, Jepang, 24 Juli 2021. REUTERS/Edgard Garrido

    Erick Thohir berujar tradisi medali Olimpiade di cabang angkat besi tak pernah putus sejak Olimpiade Sydney 2000. Hal itu tercapai melalui pembinaan dan regenerasi yang terjaga. "Mari kita doakan tradisi ini tetap bertahan di Olimpiade Tokyo karena Indonesia memiliki kualitas lifter-lifter yang mendunia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 24 Juli 2021.

    Indonesia melalui lifter putri, Windy Cantika Aisah di kelas 49 kilogram berhasil meraih medali perunggu, yang menjadi medali pertama di Olimpiade kali ini. Windy tetap mampu mengibarkan Merah Putih meski di kelas tersebut terdapat sejumlah lifter tangguh seperti Hou Zhihui dari China, Saikhom Mirabai Chanu dari India, dan Jourdan Delacruz dari Amerika Serikat.

    Erick ingin rakyat Indonesia terus menyemangati perjuangan para duta olahraga nasional yang tengah berlaga di Olimpiade Tokyo 2020. Indonesia mengirimkan 28 atlet ke Olimpiade 2020 yang berlangsung pada 23 Juli-8 Agustus 2021.

    "Selain mendoakan dan memberikan dukungan moral agar tradisi medali Olimpiade tetap tertahan, saya meminta agar rakyat Indonesia juga harus memasang bendera Merah Putih. Simbol bendera kebanggaan nasional itu penting dalam konteks terkini, yakni saat kita menghadapi pandemi," tutur dia.

    Baca berita selengkapnya di sini.

    Baca Juga: Jusuf Hamka Laporkan Bank Syariah ke Polisi Setelah 3 Somasi Tak Digubris


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.