Mengenal Perusahaan Luar Angkasa SpaceX Milik Elon Musk

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prototipe kapal luar angkasa SpaceX SN15 lepas landas dari fasilitas kapal luar angkasa perusahaan di Boca Chica, Texas, 5 Mei 2021. SpaceX SN15 berhasil terbang ke ketinggian sekitar 6 mil atau 10 km sebelum terjun kembali ke Bumi. REUTERS/Gene Blevins

    Prototipe kapal luar angkasa SpaceX SN15 lepas landas dari fasilitas kapal luar angkasa perusahaan di Boca Chica, Texas, 5 Mei 2021. SpaceX SN15 berhasil terbang ke ketinggian sekitar 6 mil atau 10 km sebelum terjun kembali ke Bumi. REUTERS/Gene Blevins

    TEMPO.CO, Jakarta – Space Exploration Technologies Corporation atau yang dikenal dengan SpaceX baru-baru ini melakukan uji coba peluncuran pesawat luar angkasa bernama Starship pada Februari 2021 lalu.

    Perusahaan SpaceX di bawah naungan salah satu orang terkaya di dunia, Elon Musk, ini memang sedang getol-getolnya merencanakan misi besar yakni berwisata Mars pada 2026. Transportasi luar angkasa SpaceX ini dirancang berbeda dengan milik NASA. Lalu apa istimewanya?

    SpaceX merupakan perusahaan kedirgantaraan ternama di Amerika, tepatnya berpusat di Hawthorne, California. Didirikan pada 6 Mei 2002, SpaceX telah memproduksi banyak kendaraan luar angkasa, seperti peluncuran Falcon 9 dan Falcon Heavy, mesin roket, kargo Dragon, pesawat ruang angkasa awak, dan satelit komunikasi Starlink.

    Keunikan SpaceX dibandingkan perusahaan swasta bidang teknologi dan kedirgantaraan luar angkasa lainnya, terletak pada prinsip reusability atau penggunaan kembali. Sebagaimana dikutip dari laman resmi SpaceX, terobosan reusability dipercaya menjadi faktor utama mempercepat terwujudnya berwisata ke luar angkasa dengan ongkos yang murah.

    Berkaca dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, peluncuran dan pembuatan roket yang mahal hanya dapat digunakan untuk terbang satu kali. SpaceX berusaha menciptakan roket terobosan baru, yang dapat digunakan beberapa kali layaknya pesawat terbang komersial.

    Keseriusan dalam mengembangkan terobosan tersebut, ditunjukkan pada Mei 2021 lalu dengan SpaceX meluncurkan 60 satelit internet Starlink roket ‘reusable’ Falcon 9 ke orbit dan merupakan percobaan ke-10 peluncuran dan pendaratan roket menggunakan reusable booster. ”Penggunaan roket reusable kelas orbital pertama SpaceX merupakan bagian dari misi SES-10 yang dicanangkan pada Maret 2017,” tutur Michael Andrews selaku supervisor rantai pasokan SpaceX seperti dikutip Tempo dari laman Space.com pada 21 Juli 2020.

    Sebagai perusahaan swasta kedirgantaraan luar angkasa, SpaceX beberapa kali telah berhasil mencetak sejarah dalam dunia teknologi luar angkasa. Melansir dari laman SpaceX, spacex.com, pencapaian besar dan pertama oleh SpaceX berhasil menciptakan sebuah roket bernama Falcon 1 pada 2008. Roket dengan jenis propelan cair ini menjadi roket pertama yang didanai oleh swasta untuk mencapai orbit. Disusul pada 2010 SpaceX menjadi satu-satunya perusahaan swasta yang berhasil meluncurkan, mengorbit, dan mengembalikan pesawat dari ruang angkasa menggunakan pesawat Dragon.

    Kemudian, pesawat Dragon kembali menorehkan sejarah pertama di dunia sebagai pesawat ruang angkasa komersial pertama yang mengirimkan kargo ke Stasiun Luar Angkasa pada 2012. Hingga yang terbaru, pada 2020, SpaceX telah membawa astronot ke orbit dan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional dalam proyek Crew Dragon Demo-2 , SpaceX Demo-2. 

    NAOMY A. NUGRAHENI 

    Baca:Elon Musk Kenalkan Kapal Drone Baru SpaceX untuk Pendaratan Roket di Laut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.