Cerita Sandiaga Kuliah di Amerika: Tak Banyak yang Kenal Indonesia

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 14 Juni 2021. Dalam rapat tersebut, Sandiaga mengusulkan tambahan anggaran Kemenparekraf sebesar Rp 500 miliar dalam pagu indikatif RAPBN 2022 menjadi Rp 4,3 triliun. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 14 Juni 2021. Dalam rapat tersebut, Sandiaga mengusulkan tambahan anggaran Kemenparekraf sebesar Rp 500 miliar dalam pagu indikatif RAPBN 2022 menjadi Rp 4,3 triliun. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menceritakan pengalamannya semasa berkuliah di Amerika Serikat. Sandiaga mengatakan tak banyak kawan kampusnya yang mengenal Indonesia, bahkan Bali sebagai destinasi internasional.

    “Waktu sekolah di luar negeri, saya sekolah di tempat yang terpencil di Amerika. Satu sekolah itu jangankan pernah dengar Indonesia. Sebagian yang dengar bali pun enggak banyak,” ujar Sandiaga dalam live Instagram, Ahad, 20 Juni 2021.

    Sandiaga tak menyebut nama universitas yang ia maksud. Namun dalam biodatanya, politikus Partai Gerindra ini pernah mengenyam pendidikan di Universitas Wichita dan Universitas George Washington, Amerika Serikat.

    Sebagai warga negara Indonesia, Sandiaga merasa tertantang memperkenalkan nama Tanah Air di tempatnya bersekolah. Ia pun memilih menggunakan pendekatan budaya dengan sesekali memakai baju batik, kopiah, hingga pakaian adat Melayu saat berada di kampus. Sebab saat itu, saluran Internet maupun media digital belum terlampau berkembang.

    ADVERTISEMENT

    Menurut Sandiaga, tantangan tersebut saat ini juga harus ditangkap oleh para diaspora di seluruh pelosok dunia. Melalui berbagai cara, seperti kuliner, diaspora bisa gencar mempromosikan potensi yang dimiliki Indonesia agar bisa menjaring potensi wisatawan asing semakin besar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.