IHSG Melemah, Simak Analisis Samuel Sekuritas untuk 4 Emiten Ini

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Saham atau Ilustrasi IHSG. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Ilustrasi Saham atau Ilustrasi IHSG. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim riset Samuel Sekuritas menyatakan sebagian besar indeks sektoral sedang melemah seiring dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG. Sebelumnya pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG kembali melemah ke level 6.080.

    "Setelah akhir minggu lalu gagal tembus resistance 6100-6160. Support terdekat di 6050/6030, lalu 5950," tulis tim riset Samuel Sekuritas dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 15 Juni 2021.

    Meski demikian, tim riset mencatat ada beberapa sektor yang masih alami penguatan. Pertama, IDXtechno (teknologi) yang penguatannya masih didukung momentum kuat. Lalu, IDXhealth (kesehatan) masih menguat di kisaran support dalam pola sideways sejak akhir Maret 2021.

    Terakhir ada IDXProperty (properti) yang tertahan di resistance setelah menguat dalam pola down channel sejak April 2021. "Jika berhasil tembus 830 maka akan menjadi tren naik," tulis tim riset.

    ADVERTISEMENT

    Selanjutnya, tim riset memberikan analisis lebih rinci terkait empat emiten pilihan, berikut penjelasannya.

    FREN (last 94) dengan rekomendasi buy atau beli. TP/Resistance 92-99-110/114, Stop 90, dan buy back 87-80. Breaks trendline pattern dan harga berhasil tembus trendline pola sejak Agustus 2020. Sehingga, ini memberikan target kenaikan teoritis ke arah 110-114. Resistance lain ada di 92 lalu 99. Batas risiko di 90, lalu demand area berikutnya di 87-80.

    TPIA (last 8300) dengan rekomendasi buy atau beli. Range 8050-8700/8900. Bullish triangle, TP 8700. Pada emiten ini, kemungkinan ada koreksi bullish dengan support 8050. Pola bullish triangle terbentuk dengan target kenaikan teoritis ke 8700, lalu resistance lain di 8900. Koreksi wajar jika harga tidak turun ke bawah 8050.

    MDKA (last 2850) dengan rekomendasi buy atau beli ketika tembus level 2900-3100. Lalu, TP 3400-3800 dan Stop 2750. Testing resistance sejak Desember 2020. Harga juga sedang uji resistance kuat pola sejak Desember 2020 di 2900-3100, sehingga jika berhasil tembus dengan volume yang kuat, maka akan melanjutkan tren naik dengan target kenaikan teoritis ke 3400-3800. Batas risiko di 2750, demand area selanjutnya di 2400-2500.

    ADRO (last 1325) dengan rekomendasi buy atau beli. Range 1290-1340, terutama kalau melampaui 1340, lalu kemungkinan berlanjut ke 1370-1400, sampai posisi 1440. Support 1265. Menurut tim riset, harganya bergerak volatile saat mendekati resistance tertinggi sejak Februari 2021. Sehingga kisaran transaksi di 1290-1340. Namun jika berhasil tembus 1340, maka resistance selanjutnya ada di 1370-1400 lalu 1440.

    Baca Juga: Terkini Bisnis: Sembako di Pasar Tak Kena PPN, Proyek Cipali Dikebut 6 Presiden


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.