Jokowi Instruksikan TNI dan Polri Turut Genjot Vaksinasi Capai 1 Juta per Hari

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan usai meninjau program vaksinasi drive thru di halaman GOR Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat, 19 Maret 2021. Presiden berharap daerah lain mampu meniru model vaksinasi drive thru di Kota Bogor. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan usai meninjau program vaksinasi drive thru di halaman GOR Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat, 19 Maret 2021. Presiden berharap daerah lain mampu meniru model vaksinasi drive thru di Kota Bogor. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, JakartaPresiden Joko Widodo atau Jokowi meminta agar vaksinasi Covid-19 harian digenjot hingga 700.000 dosis per hari pada bulan ini atau Juni 2021. Berikutnya ia ingin jumlah vaksinasi ditingkatkan menjadi 1 juta dosis per hari pada bulan selanjutnya. 

    Untuk mencapainya, TNI dan Polri telah diinstruksikan untuk ikut melaksanakan vaksinasi“Beliau (Presiden Jokowi) sudah menugaskan TNI dan Polri untuk mendampingi bersama-sama dengan vaksinasi program melalui pemerintah daerah untuk bisa melakukan vaksinasi sampai 400.000 per hari," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam konferensi pers, dikutip dari laman Setkab, Senin, 14 Juni 2021.

    Budi Gunadi memaparkan, 600.000 dosis vaksinasi per hari akan melalui jalur pemerintah daerah. "Sedangkan 400 ribu per hari akan dilakukan melalui jalur sentral TNI dan Polri."

    Ia mengaku bahwa Kepala Negara juga telah memintanya untuk memastikan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 berjalan dengan baik. Selain itu, Presiden juga mengingatkan semua pihak untuk memastikan implementasi kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro) dilakukan di lapangan.

    ADVERTISEMENT

    “Arahan Bapak Presiden tadi bahwa, satu implementasi di lapangan untuk penerapan protokol kesehatan, PPKM Mikro, dan yang kedua akselerasi vaksinasi. Itu yang diminta untuk segera dijalankan,” ucap Budi Gunadi.

    Sebelumnya, Presiden Jokowi berharap upaya percepatan penanganan Covid-19 melalui vaksinasi massal bisa menghambat penyebaran virus. “Kita harapkan semuanya berlanjut, tidak hanya hari ini tetapi terus sehingga sesuai dengan target yang telah diberikan nanti mencapai herd immunity," tuturnya. "Kita harapkan penyebaran Covid-19 bisa kita hambat untuk tidak ke mana-mana.”

    Hal tersebut disampaikan Jokowi saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, pada hari ini. Presiden meminta agar pelaksanaan vaksinasi massal dengan sasaran vaksinasi dalam jumlah banyak dapat terus dilakukan sehingga herd immunity segera terbentuk.

    *Ini adalah konten kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.

    BISNIS

    Baca: Video Pungli Kresek di Pelabuhan, Faisal Basri: Korupsi Musuh Utama Pengusaha


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.