Kuartal I 2021, Tiket.com Catat Pesanan Hotel dan Pesawat Tumbuh Tiga Digit

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chief Marketing Officer tiket.com Gaery Undarsa meminta masyarakat bersabar, untuk menunda bepergian, agar wabah virus corona bisa dihentikan. Dok. tiket.com

    Chief Marketing Officer tiket.com Gaery Undarsa meminta masyarakat bersabar, untuk menunda bepergian, agar wabah virus corona bisa dihentikan. Dok. tiket.com

    TEMPO.CO, JakartaTiket.com menyatakan kinerja mereka pada kuartal pertama (Q1) 2021 mengalami lonjakan, ditandai dengan capaian performa optimal di semua produk unggulan di dalam aplikasi.

    "Performa Q1 tiket.com jauh melampaui best case scenario yang kami susun. Kami sungguh berterima kasih kepada masyarakat Indonesia atas dukungan yang senantiasa diberikan dalam rangka pemulihan industri pariwisata," ujar Co-Founder & Chief Marketing Officer, tiket.com Gaery Undarsa dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin 19 April 2021. 

    Dalam data yang dipaparkan tiket.com, disebutkan bahwa pembelian tiket pesawat pada kuartal 1 2021 meroket setinggi 331 persen. Pemesanan hotel juga naik signifikan di angka 321 persen.

    Sementara tiket TO DO juga meraih level popularitas dengan transaksi di angka 10.083 persen. Pada kuartal 1 2021 tiket.com juga mencatat pertumbuhan angka pengguna sebesar 299 persen atau sekitar tiga kali lipat.

    Gaery menilai capaian tersebut tidak luput dari kontribusi beberapa kampanye tiket.com seperti MTM (Malu Tanggal Muda) dan kampanye tanggal merah.

    Berdasarkan data yang dihimpun tiket.com, pesta diskon tahunan Mendadak OTW (Online Tiket Week) yang digelar pada tanggal 5-11 April lalu berhasil mendorong angka pembelian tiket pesawat sebesar 81 persen, pemesanan hotel sebesar 131 persen, dan tiket TO DO sebesar 75 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.