Bukit Algoritma, Ini Yang Akan Dibangun Amarta Karya Tahap Pertama

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penandatanganan kontrak Pekerjaan Pengembangan Rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pengembangan Teknologi dan Industri 4.0 di Sukabumi yang diberi nama Bukit Algoritma antara BUMN Amarta Karya dengan Kiniku Bintang Raya. - amka.co.id

    Penandatanganan kontrak Pekerjaan Pengembangan Rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pengembangan Teknologi dan Industri 4.0 di Sukabumi yang diberi nama Bukit Algoritma antara BUMN Amarta Karya dengan Kiniku Bintang Raya. - amka.co.id

    TEMPO.CO, Bogor – Chief Executive Officer PT. Amarta Karya atau Amka, Nikolas Agung, menyebut rencana pembangunan pusat pengembangan Industri Tekhnologi 4.0 atau bukit algoritma di Cikidang, Sukabumi akan dimulai pada pertengahan bulan Mei mendatang.

    Agung mengatakan, untuk tahap awal PT. Amka akan membangun infrastruktur, termasuk akses jalan raya, fasilitas air bersih, pembangkit listrik, gedung konvensi, dan sejumlah fasilitas lainnya.

    “Kita mulai dari infrastruktur aksesnya, dilanjut ke bangunan dengan target waktu yang ditentukan,” kata Agung di lokasi, Ahad 18 April 2021.

    Agung menyebut pengerjaan mega proyek yang menelan biaya investasi sebesar 18 triliyun rupiah pada tahap pertama itu, akan terbagi menjadi tiga fase pengerjaan. Fase pertama, Agung menyebut pengerjaan akan merampungkan pembangunan seluas 353 hektar dengan diberi waktu hingga tiga tahun penyelesaian.

    Jika sudah selesai tahap pertama, Agung mengklaim di kawasan itu akan berdiri pusat sains, theme park, pusat kesehatan, pusat pertanian untuk makanan dan gizi, pusat kebugaran dan plaza inovasi serta ada pula health center atau pusat kesehatan yang dibangun seperti medical city. “Itu by target pengerjaannya,” ucap Agung.

    Menyikapi pernyataan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG yang menyebut kawasan Cikidang dan Cibadak merupakan wilayah rawan gempa karena diapit Sesar Citarik dan Sesar Cimandiri, Agung mengatakan sudah mengetahui dan sangat mengenal wilayah itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terselip Dissenting Opinion dalam Keputusan MK Menolak Uji Formil UU KPK

    Mahkamah Konsituti menolak permohonan uji formil UU KP. Seorang hakim memberikan dissenting opinion dalam keputusan itu.