Stasiun Padalarang jadi Hub Kereta Cepat, Begini Penjelasan Bos KCIC

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pengerjaan struktur pier proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di ramp gerbang tol Cikunir 2, Bekasi Selatan, Jawa Barat, Senin, 22 Maret 2021. Kereta cepat Jakarta-Bandung merupakan kereta cepat pertama di Asia Tenggara dengan standar kecepatan hingga 350 km per jam. TEMPO/Tony Hartawan

    Suasana pengerjaan struktur pier proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di ramp gerbang tol Cikunir 2, Bekasi Selatan, Jawa Barat, Senin, 22 Maret 2021. Kereta cepat Jakarta-Bandung merupakan kereta cepat pertama di Asia Tenggara dengan standar kecepatan hingga 350 km per jam. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Bandung - Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, lokasi Stasiun Padalarang akan menjadi hub penghubung antar moda untuk kereta cepat Jakarta-Bandung. “Lokasi ini nanti adalah rencana pembangunan Stasiun Padalarang Baru, hub,” kata dia, Senin, 12 April 2021.

    Hal itu disampaikan Dwiyana di depan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Duta Besar Cina untuk Indonesia Xiao Qia juga hadir di sana.

    Lokasi yang dimaksud berdekatan dengan lokasi Stasiun Padalarang, tepatnya di bagian barat dan sejajar dengan stasiun tersebut di Kabupaten Bandung Barat. Dwiyana menyebutkan Stasiun Padalarang Baru yang akan menjadi penghubung antar moda untuk kereta cepat Jakarta Bandung itu nantinya memiliki tiga bangunan utama.

    Dwiyana menyebutkan, bangunan utama pertama adalah hub yang akan dihubungkan dengan eskalator ke arah Sky Hall. "Sky Hall ini posisinya ada di atas jalur eksisting ini. Jalur eksisting ini nanti untuk kereta api feeder untuk melayani konektivitas kereta cepat dengan Stasiun Bandung,” ucapnya.

    Berikutnya, kata Dwiyana, rel kereta eksisting yang melintas Stasiun Padalarang adalah rel kereta nomor 4 yang  lokasinya paling pinggir, terdekat dengan lokasi rel kereta cepat. Rel itu akan dipergunakan oleh kereta feeder untuk mengantarkan penumpang kereta cepat yang berhenti di Stasiun Padalarang. Dari sana, penumpang kereta cepat akan berganti moda dengan kereta feeder menuju Stasiun Bandung.

    Sedangkan jalur 2 digunakan karena secara desain dan jalur emplacement yang paling seamless, paling memudahkan penumpang dari kereta feeder ke kereta api cepat. "Karena kalau kita lihat penumpang yang turun dari kereta api cepat dari Jakarta, dia tinggal turun eskalagor langsung ke platform kereta feeder,” kata Dwiyana.  

    Lebih jauh, Dwiyana menjelaskan, pembangunan Stasiun Padalarang Baru akan dilakukan dalam dua tahap. “Namun kita harapkan dalam tahapan pembangunan yang pertama, mestinya sudah memenuhi sesuai dengan kapasitas penumpang yang nantinya sesuai dengan proyeksi yang akan kita layani di Stasiun Padalarang."

    Penjelasan lebih rinci selanjutnya diberikan oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo. “Integrasi antara stasiun kereta cepat dan kereta api ini sesuai dengan keputusan Pak Menko pada 26 November, maka diputuskan konektivitas kereta api cepat Jakarta-Bandung dengan kereta api ini di Stasiun Padalarang,” tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terselip Dissenting Opinion dalam Keputusan MK Menolak Uji Formil UU KPK

    Mahkamah Konsituti menolak permohonan uji formil UU KP. Seorang hakim memberikan dissenting opinion dalam keputusan itu.