Jokowi Apresiasi Dakwah Kepeloporan Ekonomi Pemuda Muhammadiyah

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo secara resmi membuka tanwir Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang digelar di Bengkulu, Jumat, 15 Februari 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Presiden Joko Widodo secara resmi membuka tanwir Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang digelar di Bengkulu, Jumat, 15 Februari 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengapresiasi dakwah kepeloporan di sektor perekonomian yang selama ini dilakukan Pemuda Muhammadiyah, dengan melakukan sinergi dan inkubasi bisnis untuk melahirkan para pengusaha-pengusaha baru.

    "Ada gerakan pengusaha berkemajuan yang menyinergikan semua pengusaha muda Muhammadiyah melakukan inkubasi bisnis untuk melahirkan pengusaha-pengusaha baru. Kita memerlukan lebih banyak lagi wirausaha-wirausaha muda karena harus mengantisipasi puncak bonus demografi pada tahun 2030," ujar Presiden saat membuka secara virtual Tanwir 1 Pemuda Muhammadiyah, sebagaimana siaran pers di Jakarta, Jumat, 2 April 2021.

    Berdasarkan data yang ada, setiap tahunnya terdapat 2,9 juta penduduk usia kerja baru atau anak-anak muda yang baru masuk ke pasar kerja.

    Dengan demikian, kebutuhan atas lapangan kerja baru juga sangat mendesak. Di sinilah, kata Presiden, peran penting para wirausaha muda untuk menciptakan lapangan kerja baru.

    Pemerintah berupaya mendukung munculnya para wirausaha baru dengan mereformasi ekosistem usaha secara besar-besaran. Regulasi yang menjadi penghambat pengembangan UMKM juga terus dipangkas, sementara akses permodalan terus diperluas.

    "Pendidikan dan pelatihan vokasional juga kita tata agar lebih adaptif dengan kebutuhan dunia industri. Redistribusi aset dan reforma agraria juga terus kita lakukan untuk mewujudkan pemerataan dan keadilan ekonomi," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.