Budi Karya Targetkan Pemasangan 100 Alat Deteksi Gempa dan Tsunami di 2021

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Stasiun Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat 19 Februari 2021. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Stasiun Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat 19 Februari 2021. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan  pemasangan 100 "Warning Receiver System New Generation" (WRSnGen) atau alat pendeteksi gempa bumi dan tsunami pada tahun 2021 ini. 

    Budi Karya mengatakan saat ini WRSnGen telah terpasang di 316 lokasi di seluruh wilayah Indonesia. "Jadi ini ada satu sistem yang membantu proses pendeteksian gempa bumi dan tsunami, dan sudah terpasang di 316 lokasi. Pada 2021 kita akan tambah lebih dari 100 alat," katanya, Kamis 4 Maret 2021.

    Selain memasang WRSnGen, pemerintah juga memiliki 23 unit Vessel Traffic Service (VTS) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. VTS terintegrasi dengan sensor WRSnGen di setiap pelabuhan rawan tsunami.

    Budi menuturkan, sistem peringatan dini merupakan upaya manajemen dan mitigasi risiko serta rencana darurat dalam transportasi laut.

    Ada pun lokasi prioritas penempatan sistem deteksi dini itu antara lain Teluk Bayur, Bakauheni, Gilimanuk, Padangbai dan Ambon. Semua sistem tersebut pun dapat dimonitor melalui Marine Command Center (MCC) di kantor pusat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.