Perusahaan Milik Konglomerat Sri Pakash Lohia Tuntaskan Akuisisi Tambang Emas

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemilik Indorama group, Sri Prakash Lohia nemempati urutan kelima sebagai orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes dengan nilai kekayaan US$ 5,6 miliar atau sekitar Rp 78,9 triliun. Dok.TEMPO

    Pemilik Indorama group, Sri Prakash Lohia nemempati urutan kelima sebagai orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes dengan nilai kekayaan US$ 5,6 miliar atau sekitar Rp 78,9 triliun. Dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Emiten produsen bahan baku untuk industri tekstil dan kemasan milik konglomerat Sri Prakash Lohia, PT Indo Rama Synthetics Tbk., telah merampungkan proses akuisisi perusahaan tambang emas.

    Mengutip keterbukaan informasi perseroan di laman resmi Bursa Efek Indonesia, emiten berkode efek INDR itu menyampaikan telah merampungkan transaksi akuisisi 80 persen kepemilikan saham PT Cikondang Kancana Prima (CKP), yang memiliki aset tambang emas, pada 24 Februari 2021.

    Hal itu melanjutkan penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat saham CKP dari pemegang saham yang ada, sebagaimana telah disampaikan kepada publik pada 28 Desember 2020. Dengan demikian, CKP resmi menjadi salah satu entitas usaha INDR.

    Presiden Direktur Indo Rama Synthetics Vishnu Swaroop Baldwa mengatakan bahwa dari transaksi itu tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan.

    Sebelumnya, manajemen Indo Rama menyebut transaksi ini merogoh kocek hingga Rp 300 miliar. Jumlah tersebut termasuk Rp 50 miliar yang diberikan sebagai pinjaman berbunga kepada afiliasi dari pemegang saham yang menjual. CKP merupakan perusahaan tambang emas dan pengolahan emas yang berada di Cianjur, Jawa Barat.

    “Transaksi ini didanai oleh laba ditahan atau pendanaan internal,” papar Manajemen Indo Rama Synthetics.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.