Sandiaga Uno Minta Endorsement Rhoma Irama Agar Dangdut Jadi Warisan Budaya

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis yang dikenal sebagai raja dangdut, Rhoma Irama, saat konfrensi pers di Balai Kota DKI, Jumat 20 Desember 2019. Rhoma Irama akan dihadirkan Pemerintah DKI pada perayaan malam tahun baru tahun ini. Tempo/Taufiq Siddiq

    Artis yang dikenal sebagai raja dangdut, Rhoma Irama, saat konfrensi pers di Balai Kota DKI, Jumat 20 Desember 2019. Rhoma Irama akan dihadirkan Pemerintah DKI pada perayaan malam tahun baru tahun ini. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno telah berkomunikasi dengan Rhoma Irama terkait rencananya mengusulkan musik dangdut masuk warisan budaya dunia kepada Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO. Sandiaga mengaku meminta dukungan dari Rhoma sebagai musikus dangdut senior.

    "Langsung saya terhubung dengan Bapak Profesor KH Rhoma Irama yang terkenal sebagai raja dangdut untuk memohon endorsement dari beliau,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu petang, 17 Februari 2021.

    Sandiaga menyebut Rhoma mendukung rencana Kementerian mendorong musik dangdut menjadi warisan setelah sebelumnya sempat tersendat.

    Sandiaga berharap, dengan masuknya dangdut sebagai warisan budaya, semangat para seniman untuk bergerak cepat memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif nasional terpacu. Ia meyakini dangdut bisa mendunia selevel Hollywood dan K-Pop.

    "Jadi kalau Amerika punya Hollywood, Korea punya K-Pop, sudah saatnya Indonesia punya dangdut sebagai music of my country," tutur dia.

    Sandiaga mengimbuhkan, dangdut telah sejak lama menjadi hiburan masyarakat di berbagai kalangan. Di samping itu, musik tersebut memiliki potensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.