Saham MNC Investama Milik Hary Tanoe Melejit Usai Konversi Utang Diumumkan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (6/11/2020) di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2020. Tempo/Tony Hartawan

    Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (6/11/2020) di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2020. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Saham PT MNC Investama Tbk. terpantau menguat usai pengumuman rencana konversi utang perusahaan senilai US$ 231 juta atau sekitar Rp 3,24 triliun disetujui oleh Pengadilan Tinggi Singapura. Hingga berita ini ditayangkan, perusahaan dengan kode saham BHIT itu telah melonjak lebih dari 11 persen. 

    Data Bloomberg menunjukkan saham MNC Investama dibuka menguat 3 poin ke level 56 pada hari ini. Sempat menguat ke level 62, pada pukul 10.35 WIB harga saham BHIT terpantau naik 13,21 persen ke level 60. Saat ini, saham perusahaan tersebut terpantau masih menguat 11,32 persen ke level 59.

    Total perdagangan saham BHIT mencapai 164 juta lembar dengan nilai transaksi Rp 9,56 miliar. Investor asing mencatat aksi jual bersih sebesar Rp 1,81 miliar. 

    Berdasarkan keterangan resmi MNC Investama, Pengadilan Tinggi Singapura pada 29 Januari 2021 telah menyetujui exchange offer perseroan kepada pemegang obligasi senilai US$ 231 juta atau sekitar Rp 3,24 triliun (asumsi kurs Rp 14.029 per dolar AS). Ada dua opsi yang ditawarkan, yaitu konversi menjadi saham baru atau obligasi baru. 

    Pemegang Obligasi dapat memilih saham baru dalam waktu dua bulan sejak tanggal efektif skema, sedangkan untuk pilihan obligasi baru diberikan waktu hingga enam bulan dari tanggal efektif skema.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.