PTDI Kirim Helikopter Super Puma Pesanan Kementerian Pertahanan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia Gita Amperiawan dengan latar belakang prototipe pesawat udara nirawak (PUNA/drone) Medium Altitude Long Endurance (MALE) Elang Hitam di salah satu hanggar PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jumat, 13 Maret 2020. Kredit: ANTARA/Virna P Setyorini

    Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia Gita Amperiawan dengan latar belakang prototipe pesawat udara nirawak (PUNA/drone) Medium Altitude Long Endurance (MALE) Elang Hitam di salah satu hanggar PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jumat, 13 Maret 2020. Kredit: ANTARA/Virna P Setyorini

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) mengirimkan Helikopter Super Puma pesanan Kementerian Pertahanan untuk dipergunakan TNI Angkatan Udara, hari ini, Jumat, 29 Januari 2021.

    “Dengan dilakukannya ferry flight Helikopter Super Puma NAS332 C1+, harapan kami semoga akan semakin memperlancar dan memudahkan pelaksanaan dan penyelesaian tugas TNI AU menjaga kekuatan matra udara Republik Indonesia,” kata Direktur Niaga PTDI, Ade Yuyu Wahyuna, dikutip dari rilis, Jumat, 29 Januari 2021.

    Kementrian Pertahanan menandatangani kontrak pengadaan Helikopter Super Puma Super Puma NAS332 C1+ tersebut pada 12 April 2019 lalu. Hari ini, Jumat, 29 Januari 2021, PTDI merampungkan pesanan tersebut dan mengirimnya dari Hanggar Rotary Wing PTDI di Bandung menuju Lapangan Udara Atang Sendjaja, Bogor.

    Kementerian Pertahanan memesan helikopter tersebut untuk Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja di Bogor.

    ADVERTISEMENT

    “Semoga pesawat ini bisa menjadi berkah bagi kami mendukung tugas tugas TNI Angkatan Udara dan tugas tugas bangsa dan negara Indonesia, baik operasi maupun latihan,” kata Komandan Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja, Letnan Kolonel Penerbang Akhmad Mauludin Mulyono, dikutip dari rilis, Jumat, 29 Januari 2021.

    Helikopter Super Puma NAS332 C1+ produksi PTDI tersebut dilengkapi Avionic Glass Cockpit dengan disertai sensor optik AHRS (Attitude Heading and Reference System), mengusung teknologi FMS (Flight Management System) yang memudahkan pilot mengatur rencana terbang meliputi jalur yang akan dilalui. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...