Jadi Komisaris PTPN V, Budiman Sudjatmiko Ingin Minimalkan Konflik Lahan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko (kiri) didampingi pengamat politik dari Universitas Indonesia Ibramsyah (kanan) dan anggota DPR dari Fraksi PAN Ahmad Rubae (tengah) menyampaikan pandangannya saat diskusi di Jakarta, Rabu (30/5). ANTARA/Andika Wahyu

    Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko (kiri) didampingi pengamat politik dari Universitas Indonesia Ibramsyah (kanan) dan anggota DPR dari Fraksi PAN Ahmad Rubae (tengah) menyampaikan pandangannya saat diskusi di Jakarta, Rabu (30/5). ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta – Komisaris Independen PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V Budiman Sudjatmiko menyatakan ingin meminimalkan konflik-konflik lahan antara perusahaan dan rakyat. Dia berjanji akan mendorong program pertanian serta perkebunan yang ramah lingkungan dan banyak melibatkan masyarakat dalam pelaksanaannya.

    “Saya mau bawa tim saya, karena saya ada jaringan yang baik di desa, supaya mereka (perusahaan) menciptakan pertanian yang ramah lingkungan, ramah rakyat, dan pertanian yang siap dengan kapasitas teknologi,” ujar Budiman saat dihubungi Tempo pada Jumat, 22 Januari 2021.

    Baca Juga: Jadi Komisaris PTPN V, Budiman Sudjatmiko Tak Mau Sekadar Nongkrong dan Gabut

    Politikus PDIP tersebut baru saja dilantik sebagai Komisaris Independen PTPN V pada hari ini. Semula, Budiman akan ditabalkan kemarin, namun dia mengaku masih berpikir beberapa kali untuk memantapkan keputusannya.

    Budiman menyatakan tak ingin menjadi komisaris yang hanya berdiam diri, sekadar nongkrong, atau makan gaji buta alias gabut. Dia mesti memastikan program-program perusahaan sesuai dengan apa yang ia kerjakan dalam beberapa tahun ini.

    Belakangan, mantan aktivis 1998 tersebut berfokus merintis koperasi hingga BUMDes yang bergerak di bidang penguatan data pangan hingga energi baru terbarukan. Sementara itu, PTPN V, kata Budiman, tengah mengembangkan riset dan teknologi untuk mengusung program pertanian ramah lingkungan serta berfokus mendorong  masyarakat di sekitar perkebunan untuk melakukan co-investasi.

    Setelah memperoleh penjelasan dari perseroan, Budiman menilai konsep pengembangan koperasi di desa-desa berbasis data dan teknologi bisa ia integrasikan dengan PTPN V. “Kebetulan kami ada yang ahli biotek, ahli sensor, penyakit tanaman, drone untuk penyiraman, prediksi panen, penyakit yang akan tumbuh di tanaman, kami punya SDM. karena itu berkaitan dengan yang saya lakukan, akhirnya saya menyanggupi,” kata dia.

    Di sisi lain, Budiman menyebut ingin meningkatkan pendapatan perusahaan serta mencitpakan mekanisme profit sharing dengan masyarakat. Salah satu caranya, perusahaan didorong menciptakan nilai tambah dari tanaman.

    “Karena masing-masing tanaman bukan hanya punya satu fungsi, bisa dikembangkan macam-macam,  misalnya jadi makanan,” kata Budiman Sudjatmiko.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.