Jokowi Sebut Fasilitas GSP dari Amerika Akan Dorong Kinerja Ekspor 2021

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kelima kanan) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Video rekaman pidato Jokowi ini baru diunggah ke YouTube resmi Sekretariat Presiden kemarin, Ahad, 29 Juni 2020, atau sepuluh hari setelah pidato itu disampaikan langsung. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/Pool

    Presiden Jokowi (kelima kanan) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Video rekaman pidato Jokowi ini baru diunggah ke YouTube resmi Sekretariat Presiden kemarin, Ahad, 29 Juni 2020, atau sepuluh hari setelah pidato itu disampaikan langsung. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/Pool

    TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan pada akhir 2020, tren ekspor Indonesia telah menunjukkan pemulihan. Kinerja ekspor diperkirakan kian membaik pada tahun depan dan digadang-gadang bisa menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi pasca-pandemi Covid-19.

    Menurut Jokowi, perbaikan laju ekspor didorong oleh fasilitas Generalized System of Preferences atau GSP dari Amerika Serikat. “Terlebih kita telah mendapatkan fasilitas GSP dari Amerika. Ini akan mendorong kinerja ekspor,” ujar Jokowi dalam Outlook Perekonomian Indonesia, Selasa, 22 Desember 2020.

    Pemerintah Amerika Serikat baru-baru ini telah mengumumkan perpanjangan fasilitas GSP untuk Indonesia melalui United States Trade Representative (USTR). Fasilitas GSP memungkinkan produk-produk Indonesia lebih mudah masuk ke pasar negara tersebut.

    Jokowi memandang kesempatan ini bisa dimanfaatkan sekaligus untuk mendorong laju investasi di tengah tekanan wabah Covid-19. Dengan begitu, pemulihan ekonomi akan berjalan lebih cepat.

    Selain ekspor, Jokowi mengatakan kondisi konsumsi masyarakat hingga tren investasi akan kembali normal pada 2021. Menurut Jokowi, pemulihan ekonomi terjadi karena pemerintah telah berencana melakukan vaksinasi pada awal tahun depan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.