Kembangkan Mobil Listrik di RI, Toyota Siapkan Investasi Hingga Rp 28,3 Triliun

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengecatan mobil di Pabrik Karawang Plant II, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Karawang, Jawa Barat, Kamis 8 Desember 2016.

    Pengecatan mobil di Pabrik Karawang Plant II, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Karawang, Jawa Barat, Kamis 8 Desember 2016.

    TEMPO.CO, Jakarta - Asia Region CEO Toyota Motor Corporation, Yoichi Miyazaki, menyatakan pihaknya siap mendorong keberlanjutan pengembangan otomotif dan industri otomotif di Indonesia. Salah satunya dengan mempersiapkan rencana pengembangan dan produksi mobil listrik hingga 2025 mendatang.

    "Toyota Motor Corporation menyiapkan dana investasi hingga US$ 2 miliar dalam 5 tahun ke depan," kata Miyazaki, dalam keterangan tertulis, Selasa, 8 Desember 2020. Bila dirupiahkan, dana investasi itu setara dengan Rp 28,3 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.123 per dolar AS.

    Miyazaki menjelaskan, Toyota berkomitmen penuh untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam mengurangi emisi, dan juga mengurangi impor minyak bagi kendaraan bermotor. Setidaknya, dalam 5 tahun ke depan, Toyota sudah menyiapkan 10 jenis kendaraan listrik bagi konsumen Indonesia.

    Teknologi kendaraan Toyota juga sudah siap untuk mendukung penerapan B30 di Indonesia. Toyota juga memperkirakan konsumsi bahan bakar akan mengalami penurunan hingga 126 juta liter bahan bakar pada tahun 2025.

    Hal itu disampaikan dalam pertemuan secara virtual dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rizal Affandi Lukman.

    Airlangga menerangkan bahwa sejumlah indikator perekonomian Indonesia sudah menunjukkan tren pemulihan. Data Purchasing Managers Index (PMI) Indonesia tercatat meningkat di November 2020.

    PMI Indonesia naik hampir tiga poin menjadi 50,6 pada November 2020, dari bulan sebelumnya di level 47,8. Indeks di atas 50 menunjukkan industri yang berekspansi, sebaliknya indeks di bawah 50 menunjukkan kegiatan terkontraksi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.