Trending Bisnis: Nicke Widyawati Perempuan Berpengaruh hingga Alexandra Askandar

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nicke Widyawati sebetulnya bukan orang baru di Pertamina. Sebelumnya, perempuan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) ini menjabat Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) merangkap pelaksana tugas Direktur Logistik, Supply Chain, dan Infrastruktur di Pertamina. TEMPO/Tony Hartawan

    Nicke Widyawati sebetulnya bukan orang baru di Pertamina. Sebelumnya, perempuan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) ini menjabat Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) merangkap pelaksana tugas Direktur Logistik, Supply Chain, dan Infrastruktur di Pertamina. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Berita trending ekonomi dan bisnis sepanjang Kamis, 22 Oktober 2020, dimulai dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati yang ada di peringkat ke-16 daftar Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia 2020 versi Fortune hingga profil Alexandra Askandar yang ditunjuk Menteri BUMN Erick Thohir menjadi Wakil Direktur Utama Bank Mandiri.

    Adapula berita soal Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang masih belum puas dengan program Bangga Buatan Indonesia dan alasan Erick Thohir menunjuk Alexandra Askandar menjadi Wakil Dirut Bank Mandiri.

    Berikut berita trending ekonomi dan bisnis sepanjang kemarin:

    1. Bos Pertamina di Urutan ke-16 dalam Daftar Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia

    Nicke Widyawati, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) berada di peringkat ke-16 dalam daftar Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia tahun 2020 atau Most Powerful Women International versi Fortune.

    Daftar berisi 50 nama perempuan paling berpengaruh tersebut dikeluarkan Fortune pada hari Rabu, 21 Oktober 2020. Situs resmi Fortune menyebutkan Nicke sebagai CEO dan Direktur Utama Pertamina mengawasi perusahaan dengan pendapatan tahunan lebih dari US$ 54,6 miliar dan sekitar 32.000 karyawan di seluruh dunia. 

    Dalam penjelasannya, Fortune menyebutkan Nicke yang lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 25 Desember 1967 itu berlatar belakang insinyur dan mulai memimpin perusahaan pelat merah tersebut sejak 2018. Ia menggantikan pendahulunya, Elia Massa Manik yang diberhentikan di tengah upaya restrukturisasi.

    Fortune menyebutkan, Pemerintah Indonesia baru-baru ini menegaskan kembali kepercayaan kepada Nicke untuk melakukan transformasi Pertamina menjadi perusahaan induk dengan anak perusahaan terbuka selama 2 tahun ke depan.

    Namun, pada perkembangannya, pandemi Covid-19 berimbas cukup besar terhadap Pertamina. Per pada April yang lalu, Pertamina menurunkan target produksi minyak karena permintaan yang lebih rendah dan memangkas biaya dan belanja modal.

    Baca berita selengkapnya di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menekan Penularan Covid-19 di Lokasi Wisata

    Pemerintah mengantisipasi lonjakan kasus baru Covid-19 pada liburan akhir tahun dengan beberapa upaya. Berikut detailnya.