Menhub Minta Selebgram Pilot dan Pramugari Promosikan Penerbangan Aman

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Awak kabin berjalan di dekat alat penyemprot cairan disinfektan otomatis yang dipasang petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar di kawasan Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa 3 Maret 2020. Kegiatan desinfeksi yang dilakukan di area terminal domestik dan internasional bandara tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah antisipasi potensi penyebaran COVID-19 atau virus Corona. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    Awak kabin berjalan di dekat alat penyemprot cairan disinfektan otomatis yang dipasang petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar di kawasan Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa 3 Maret 2020. Kegiatan desinfeksi yang dilakukan di area terminal domestik dan internasional bandara tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah antisipasi potensi penyebaran COVID-19 atau virus Corona. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta pilot dan pramugari yang memiliki banyak pengikut (selebgram) untuk mempromosikan keamanan penerbangan di media sosial masing-masing. Sebab, kata dia, saat ini masyarakat yang masih ragu-ragu melakukan perjalanan dengan angkutan udara karena takut tertular Covid-19.

    “Sekarang ini zamannya media sosial. Petugas melakukan rapid test yang melakukan tindakan tidak baik dalam waktu beberapa jam sudah tersebar. Itu memalukan. Sebaliknya hal-hal yang baik juga perlu di-share (oleh) teman-teman pilot, pramugari, yang followers-nya banyak,” ujar Budi Karya dalam webinar, Rabu, 23 September 2020.

    Budi Karya menjelaskan, nilai-nilai positif yang dapat dipromosikan ialah ketatnya protokol kesehatan baik di bandara maupun di dalam pesawat. Selain itu, ia menyebut keramahan petugas juga perlu dibagikan.

    Ada pula teknologi filter high efficiency particulate air atau HEPA yang mesti disosialisasikan. Budi Karya mengklaim teknologi itu dapat menyaring partikel hingga 99 persen dan menciptakan udara bersih.

    Budi Karya mengatakan dunia penerbangan menjadi tolok ukur bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Apabila transportasi udara dapat berjalan kembali, pemulihan ekonomi diyakini juga dapat tercapai. “Saya menginginkan kita tetap konsisten dan awas serta enggak abai dengan protokol kesehatan. Tetapi di sisi lain kita harus bisa mengembangkan dan melayani masyarakat dengan baik, aman, dan nyaman,” ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Vaksin Covid-19 Dalam Percobaan

    Berbagai perusahaan sedang berbondong-bondong memproduksi vaksin Covid-19 yang ditargetkan untuk disebarluaskan tahun depan