Cerita Pandu Sjahrir, Belajar Menjadi Pengusaha dari Luhut

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang terlemah dibandingkan dengan bursa saham di Asia hingga sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (17/3). Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG atau Jakarta Composite Index menjadi yang terlemah dengan koreksi sebesar persen atau poin ke level 4.478,55. Kejatuhan ini menjadi yang terlemah sejak Januari 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang terlemah dibandingkan dengan bursa saham di Asia hingga sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (17/3). Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG atau Jakarta Composite Index menjadi yang terlemah dengan koreksi sebesar persen atau poin ke level 4.478,55. Kejatuhan ini menjadi yang terlemah sejak Januari 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Patria Sjahrir memberikan komentar terkait relasinya dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan. Luhut adalah kakak kandung dari ibu Pandu. 

    Pandu berterima kasih kepada Luhut karena melalui pamannya, dia mengaku dapat berjuang untuk negara dan belajar tentang bisnis.

    “Makanya saya bisa belajar jadi pengusaha,” ujar Pandu dalam diskusi virtual, Kamis, 6 Agustus 2020. Dia sudah menganggap Luhut sebagai bapak sekaligus gurunya.

    Pandu yang juga merupakan Direktur PT Toba Bara Sejahtera menjelaskan kalau hubungan darah dengan seseorang bukanlah sesuatu yang dapat dipilih. 

    “Saya lahir itu emang om saya langsung. Malah orang gak inget ayah saya almarhum, bingung aku juga,” kata dia. Dia menilai kehidupan menjadi bermakna saat dapat membahagiakan keluarga.

    Dalam diskusi virtual kemarin, dia juga menceritakan awal mula dia tertarik menjadi investor. Sejak 19 tahun lalu, Pandu telah berinvestasi  di pasar saham

    Sejak saat menjadi investor, dia mulai membaca banyak buku dan laporan keuangan perusahaan. Dia pernah merugi setelah membeli saham berdasarkan anjuran  orang lain. “Jadi belajarnya bener-bener dari nol, belajar gagal dulu,” ucap Pandu.

     

    MUHAMMAD BAQIR | ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.