Kereta Argo Parahyangan Beroperasi Lagi, Tiket Dijual Rp 300 Ribu

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyemprot disinfektan di seluruh rangkaian kereta Argo Parahyangan Bandung Jakarta di Stasiun Bandung, Ahad, 15 Maret 2020. PT Kereta Api Indonesia Daop 2 melakukan penyemprotan disinfektan pada rangkaian kereta jarak jauh untuk mencegah penyebaran virus corona. TEMPO/Prima Mulia

    Petugas menyemprot disinfektan di seluruh rangkaian kereta Argo Parahyangan Bandung Jakarta di Stasiun Bandung, Ahad, 15 Maret 2020. PT Kereta Api Indonesia Daop 2 melakukan penyemprotan disinfektan pada rangkaian kereta jarak jauh untuk mencegah penyebaran virus corona. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta – PT Kereta Api Pariwisata atau Kawisata kembali mengoperasikan rangkaian kereta Priority Argo Parahyangan pada 2 Agustus 2020 setelah sebelumnya dinonaktifkan pada masa PSBB. Tiket untuk rangkaian kereta eksekutif ini dijual seharga Rp 300 ribu.

    “Kami melakukan beberapa penyesuaian pelayanan di atas kereta sesuai dengan protokol yang dianjurkan oleh pemerintah,” ujar Direktur Utama PT Kereta Api Pariwisata Totok Suryono pada Jumat, 31 Juli 2020.  

    Totok menerangkan, para penumpang kereta harus dalam dalam kondisi sehat, tidak sedang menderita flu, batuk, dan deman. Suhu penumpang pun tidak boleh melampaui 37,3 derajat Celcius.

    Bagi penumpang yang hendak melakukan perjalanan, ia mengatakan perusahaan telah menerapkan aturan seperti wajib penggunaan masker dan faceshield. Alat perlindungan muka atau faceshield ini disediakan oleh petugas KAI.

    Baik di stasiun maupun di dalam rangkaian kereta, penumpang mesti menjaga jarak fisik atau physical distancing hingga mencuci tangan. “Para penumpang diimbau untuk menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket sebagai pelindung diri dan mengurangi kegiatan berbicara saat berada di dalam kereta untuk menghindari penyebaran virus melalui droplet,” tutur Totok.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proses Pembuatan Vaksin Virus Corona Dibanding Klaim Obat Hadi Pranoto

    Hadi Pranoto mengklaim obat herbal Antibodi Covid-19 berbeda dengan vaksin virus corona. Proses pembuatan vaksin memakan waktu setidaknya 12 bulan.