Trending Bisnis: Pelanggan PLN Dapat Subsidi Listrik, Warganet Sebut Nama Susi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Nickmatulhuda

    TEMPO/ Nickmatulhuda

    TEMPO.CO, Jakarta - Berita terpopuler di kanal ekonomi dan bisnis Tempo.co sepanjang hari Kamis, 30  Juli 2020, dimulai dari adanya tiga golongan pelanggan PLN yang mendapat subsidi listrik dan cerita nasabah Bumiputera yang tidak pernah lalai membayar premi selama 17 tahun namun tak kunjung mendapat pembayaran klaim asuransinya. Selain itu ada juga berita tentang warganet yang menanggapi cuitan Kementerian Kelautan dan Perikanan tentang trawl dengan menyebut nama mantan menteri Susi Pudjiastuti.

    Selain itu ada juga berita terpopuler lainnya yakni keputusan Menteri Erick Thohir mengangkat Daniel Tjen sebagai Komisaris Utama Indofarma dan KB Kookmin Bank yang resmi menjadi pemilik saham terbesar Bank Bukopin. Kelima topik tersebut paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Bisnis. Berikut selengkapnya lima berita bisnis yang trending tersebut:

    1. 3 Golongan Pelanggan PLN yang Dapat Subsidi Listrik 

    PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN tengah menyiapkan mekanisme pemberian stimulus Tarif Tenaga Listrik (TTL) pembebasan rekening minimum bagi pelanggan Sosial, Bisnis, dan Industri. 

    Keterangan resmi perusahaan setrum negara itu menyebutkan, jika pemakaian pelanggan di bawah kWh minimum, maka pelanggan cukup membayar sesuai pemakaian kWh-nya.

    Selain untuk pelanggan bisnis di atas daya 1.300 voltampere (VA), stimulus dari pemerintah ini juga diberikan bagi pelanggan Sosial daya 220 VA sd 900 VA. Selain itu pelanggan bisnis dan industri dengan daya 900 VA dapat pengurangan biaya beban.

    Baca selengkapnya mengenai PLN di sini.

    2. Klaim Tak Kunjung Dibayar, Nasabah Bumiputera Cerita 17 Tahun Tertib Bayar Polis

    Salah satu pemegang polis Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 atau AJB Bumiputera, Muslimatun, mempertanyakan klaim asuransinya yang tak kunjung cair hingga kini kendati sudah jatuh tempo pada awal tahun lalu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proses Pembuatan Vaksin Virus Corona Dibanding Klaim Obat Hadi Pranoto

    Hadi Pranoto mengklaim obat herbal Antibodi Covid-19 berbeda dengan vaksin virus corona. Proses pembuatan vaksin memakan waktu setidaknya 12 bulan.