Teknologi 4.0 Akan Dongkrak Produktivitas Industri Makanan dan Minuman 15 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adinegara memperkirakan sektor industri makanan dan minuman tumbuh di atas 10 persen tahun depan. Sektor ini akan terdorong belanja politik hingga 2019 mendatang. TEMPO/Tony Hartawan

    Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adinegara memperkirakan sektor industri makanan dan minuman tumbuh di atas 10 persen tahun depan. Sektor ini akan terdorong belanja politik hingga 2019 mendatang. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perindustrian memperkirakan penerapan teknologi 4.0 akan meningkatkan produktivitas di sektor industri makanan dan minuman (mamin). Penerapan teknologi 4.0 dilakukan tahap desain produk hingga distribusi.

    “Upaya tersebut diproyeksikan akan mampu meningkatkan produktivitas serta efisiensi sektor industri mamin antara 10 hingga 15 persen,” kata Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim pada Senin, 27 Juli 2020.

    Pemerintah telah mencanangkan percepatan penerapan teknologi industri 4.0 melalui implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0 dengan industri mamin sebagai salah satu sektor prioritas yang dipacu pengembangannya.

    Peran penting sektor ini terlihat dari kontribusinya yang konsisten dan signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB) industri nonmigas.

    Pada triwulan I 2020, sektor industri makanan dan minuman memberikan kontribusi sebesar 36,4 persen terhadap PDB manufaktur. Pada periode yang sama, pertumbuhan sektor industri ini mencapai 3,9 persen.

    Adapun sepanjang semester I 2020, industri makanan dan minuman memberikan devisa yang paling besar melalui capaian nilai ekspornya hingga US$ 13,73 miliar.

    Menurut Rochim, implementasi teknologi industri 4.0 pada sektor manufaktur diyakini dapat menghemat biaya operasional. Selain itu meningkatkan utilisasi pabrik pada sektor mamin terlebih di tengah situasi pandemi Covid-19.

    “Apabila dalam keadaan normal, implementasi teknologi industri 4.0 pada sektor mamin dapat meningkatkan utilisasi 20-25 persen,” papar dia.

    Rochim mengungkapkan Kemenperin akan terus mendorong agar implementasi teknologi industri 4.0 dapat lebih ditingkatkan agar sektor mamin dapat lebih optimal pertumbuhannya dan menghasilkan produk berdaya saing tinggi.

    MUHAMMAD BAQIR I KODRAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.