Indef: Situasi Pandemi Bisa Muluskan BUMN Go Global

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis 2 Juli 2020. Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. ANATAR FOTO/Aprillio Akbar

    Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis 2 Juli 2020. Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. ANATAR FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai situasi perekonomian global di era Covid-19 saat ini yang mengalami reset (susun ulang), dapat memuluskan keinginan BUMN untuk lebih berkembang di level internasional melalui program BUMN Go Global.

    "Secara umum program BUMN Go Global merupakan program strategis yang sangat tepat diluncurkan di masa pandemi Covid-19 dan menjadikan Kementerian Luar Negeri sebagai mitra utama dalam program ini merupakan langkah tepat dari Kementerian BUMN," ujar Eko Listiyanto saat dihubungi Antara di Jakarta, Sabtu, 18 Juli 2020.

    Menurut dia, pandemi Covid-19 saat ini membuat seluruh negara menyusun ulang strategi ekonomi mereka, tak terkecuali negara-negara sekuat Amerika Serikat dan Cina. Negara-negara di dunia menyusun kembali strategi ekonomi yang dapat beradaptasi dengan ancaman-ancaman seperti Covid-19.

    Dengan demikian, kata dia, BUMN harus bisa memanfaatkan momentum situasi dan kondisi pasar global tersebut yang berpotensi memberikan keuntungan lebih tinggi.

    "Sisi positifnya dengan diluncurkannya kerja sama antara Kementerian BUMN dengan Kementerian Luar Negeri sebenarnya membuka jalan yang lebih luas bagi BUMN untuk bisa berkiprah di kancah internasional," kata Eko.

    Saat ini baru segelintir saja BUMN yang telah menancapkan bendera merah putih di level pasar perekonomian global. Ekspansi pasar BUMN itu harus dilakukan melewati batasan negara memang harus dilakukan.

    Di samping itu, seperti Menteri BUMN saat ini yaitu Erick Thohir dikenal sebagai pengusaha global yang andal dan memiliki jaringan internasional yang luas.

    Dengan demikian di bawah kepemimpinan Erick Thohir, peluang BUMN untuk lebih banyak berkiprah di tingkat  global semakin besar melalui program BUMN Go Global.

    Eko juga menilai di tengah kondisi perekonomian global dalam masa Covid-19, seperti gonjang-ganjing di Hong Kong dan Singapura yang telah turun ke fase resesi ekonomi, maka BUMN berpeluang memanfaatkan kondisi tersebut seperti BUMN yang membidangi sektor riil.

    Selain dipandang kuat dan berpeluang mudah melakukan penetrasi pasar, BUMN-BUMN sektor riil bergerak di tataran global dengan menanamkan investasi yang tentunya disambut baik di negara-negara tujuan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.