Sri Mulyani Targetkan Penjaminan Kredit Modal Kerja 2020 Rp 80 T

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 19 Februari 2020. DPR menyetujui Menteri Keuangan mengenakan cukai terhadap produk plastik yang meliputi kantong plastik hingga minuman berpemanis dalam kemasan plastik atau kemasan kecil (sachet). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 19 Februari 2020. DPR menyetujui Menteri Keuangan mengenakan cukai terhadap produk plastik yang meliputi kantong plastik hingga minuman berpemanis dalam kemasan plastik atau kemasan kecil (sachet). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menargetkan penjaminan kredit modal kerja Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat mencapai sekitar Rp 65 triliun sampai Rp 80 triliun untuk 2020.

    “Untuk tahun ini kita harap bisa lebih dari Rp 65 triliun sampai Rp 80 triliun bisa tersalurkan sehingga bisa mendorong perekonomian terutama UMKM,” kata dia di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2020.

    Sri Mulyani mengatakan penjaminan kredit modal kerja UMKM yang akan dilakukan selama 18 bulan atau hingga 2021 tersebut secara total akan ditargetkan sebesar Rp 100 triliun.

    “Nilai total kredit yang dijaminkan, keseluruhan dengan Rp 5 triliun iuran penjaminan ini dengan tarif 76,5 persen akan bisa meng-cover hingga Rp 100 triliun sepanjang 18 bulan,” katanya.

    Sementara itu PT Jamkrindo dan PT Askrindo ditugaskan melalui Keputusan Menteri Keuangan untuk menjamin pelaku usaha UMKM atas kredit modal kerja yang diberikan oleh perbankan.

    Bank-bank yang akan menyalurkan kredit modal kerja ini yaitu BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN, BRI Agro, BJB, Bank Jatim, BCA, Bank Permata, Bank Jateng, BTPN, Nobu Bank, dan Maybank.

    Oleh sebab itu Menkeu menyatakan pemerintah memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 6 triliun kepada PT Askrindo dan PT Jamkrindo sebagai penjaminan kredit kepada UMKM.

    Ia menuturkan hal tersebut dilakukan agar Jamkrindo dan Askrindo memiliki kemampuan modal untuk menanggung risiko kredit macet dari penjaminan kredit modal kerja UMKM.

    “UMKM yang meminjam sampai Rp 10 miliar premi penjaminan kredit macetnya dibayar pemerintah, dijamin Jamkrindo dan Askrindo. Jamkrindo dan Askrindo diberikan PMN Rp6 triliun jadi mereka memiliki kemampuan modal untuk meng-cover risiko tersebut,” kata Sri Mulyani.

    Menteri BUMN Erick Thohir menambahkan bahwa program penjaminan KMK UMKM ditujukan untuk menurunkan risiko kredit di masa pandemi Covid-19.

    "Penjaminan KMK dimaksudkan untuk menurunkan risiko kredit bagi para pengusaha UMKM pada masa pandemi COVID-19 dan mendorong penyaluran KMK dari perbankan kepada pelaku UMKM," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.