Produk Eucalyptus Kementan Bakal Bisa Dibeli Murah di Toko Obat

Reporter

Editor

Rahma Tri

Kalung kesehatan andari tanaman eucalyptus. (Dok. Kementan)

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbang) Kementan Fadjry Djufry menyatakan, produk inovasi lembaganya yang berbahan dasar ekstrak Eucalyptus telah mengantongi izin edar dengan status produk obat tradisional atau jamu dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Nantinya, masyarakat dapat membeli aneka produk Eucalyptus ini di berbagai toko obat dengan harga yang terjangkau. 

"Jamu ya, sudah melalui tahap dan tidak melanggar anjuran di Indonesia. Roll dan inhaler di atas tanggal 24 sudah banyak, artinya sekian puluh ribu. Nanti bisa dibeli di toko obat dan mini market dengan harga sangat terjangkau," katanya dalam konferensi pers virtual, Senin 6 Juli 2020.

Adapun produk yang akan diproduksi ada berbagai macam bentuk seperti inhaler, roll on, balsem, diffuser, dan juga kalung aromaterapi Eucalyptus. Dalam proses produksinya, Kementan pun menggandeng PT Eagle Indopharma guna pengembangan serta produksi.

Berdasarkan izin edar yang  sebatas produk jamu, Balitbang tidak mengklaim bahwa itu dapat menyembuhkan, melainkan hanya melegakan. Namun, kata Fadjry, tak menutup kemungkinan bahwa produk itu dapat membunuh virus Corona atau Covid-19 karena telah diuji di dalam laboratorium lembaganya.

Lebih jauh, dia menjelaskan, untuk saat ini produk tersebut belum melewati pengujian lanjutan seperti uji praklinis dan uji klinis. Fadjry, menerangkan, untuk uji klinis membutuhkan setidaknya 1,5 tahun. Sementara, riset untuk roll on, inhaler, hingga kalung aromaterapi Kementan baru berjalan sekitar 3 bulan.

"Produk tetap harus melalui uji klinis. Kita menyadari itu belum punya. Tidak ada klaim anti virus di sini. Jadi kalung kita menyadari belum ada uji praklinis dan klinis, sehingga tidak ada klaim di situ. Butuh uji praklinis akan tetap dijalankan," ucapnya.

Kementan pun menyatakan, produk Eucalyptus ini siap diproduksi secara massal dalam waktu dekat. "Produksi untuk inhaler dan roll on akan siap akhir bulan Juli, sementara kalung pada bulan Agustus. Produk ini belum melalui uji klinis, karena uji klinis harus dilakukan oleh Tim Dokter, di mana untuk kasus uji klinis harus diketuai oleh dokter spesialis paru,” katanya.

EKO WAHYUDI






Kementan Perkenalkan Aplikasi Lumbungin, Sektor Pertanian Makin Digital

14 jam lalu

Kementan Perkenalkan Aplikasi Lumbungin, Sektor Pertanian Makin Digital

Dunia digital ini dekat dengan milenial. Oleh karena itu, kita mengajak para milenial untuk terjun ke sektor pertanian. (Mentan Syahrul Yasin Limpo)


Lewat P4S, Kementan Maksimalkan Pertanian Desa dengan Smart Farming

21 jam lalu

Lewat P4S, Kementan Maksimalkan Pertanian Desa dengan Smart Farming

Pembangunan pertanian yang terbaik harus dilakukan dari lapangan, dari desa.


Kementan Bangun Embung, Lahan Pertanian di 3 Desa Teraliri Air

21 jam lalu

Kementan Bangun Embung, Lahan Pertanian di 3 Desa Teraliri Air

"Embung memastikan air akan selalu tersedia. Bahkan saat musim kering. Makanya harus sama-sama dijaga sehingga hasil pertanian bisa maksimal."


Kementan Siap Fasilitasi Diskusi hingga Pertemuan Bilateral Antar Negara G20

21 jam lalu

Kementan Siap Fasilitasi Diskusi hingga Pertemuan Bilateral Antar Negara G20

Sejumlah rangkaian kegiatan AMM kali ini ditujukan untuk memperkuat sinergi antara negara-negara yang tergabung dalam forum G20.


Para Menteri Pertanian Dunia Akan Bertemu Di Bali, Ini Isu yang Dibahas

21 jam lalu

Para Menteri Pertanian Dunia Akan Bertemu Di Bali, Ini Isu yang Dibahas

Pertemuan para Menteri Pertanian G20 nantinya akan membahas komitmen upaya bersama dalam sisi pangan berkelanjutan.


Kementan Dorong Penyuluh Kuasai Multimedia

3 hari lalu

Kementan Dorong Penyuluh Kuasai Multimedia

Kementan mendukung peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pertanian yang profesional.


1,4 Juta Kilogram Hortikultura Impor Tertahan, Ombudsman: Kementan Izinkan Dilepas dengan Syarat

3 hari lalu

1,4 Juta Kilogram Hortikultura Impor Tertahan, Ombudsman: Kementan Izinkan Dilepas dengan Syarat

Ombudsman RI mengaku telah menerima respons dari Kementan soal penahanan 1,4 juta kilogram produk impor hortikultura di tiga pelabuhan.


Dibantu Perbankan, Kementan Optimis Modernisasi Pertanian Kian Cepat

3 hari lalu

Dibantu Perbankan, Kementan Optimis Modernisasi Pertanian Kian Cepat

Untuk petani, khususnya yang tergaung dalam Poktan, dukungan perbankan ini bisa dimaksimalkan untuk menggenjot produksi.


Kementan Berharap Petani Maksimalkan Alsintan untuk Genjot Produksi

3 hari lalu

Kementan Berharap Petani Maksimalkan Alsintan untuk Genjot Produksi

Alsintan akan membuat losses ditekan, sehingga produksi lebih meningkat. Indeks pertanaman juga bisa digenjot. Karena, aktivitas tanam dan panen akan sangat singkat.


Kementan dan PT AR Kumpulkan Baseline Survey ke Petani

9 hari lalu

Kementan dan PT AR Kumpulkan Baseline Survey ke Petani

Pelaksanaan identifikasi kebutuhan latihan ini dapat menjaring peserta dan materi pelatihan yang memang dibutuhkan di lapangan.