Sri Mulyani Minta Jajarannya Bekerja Lebih Efektif dan Efisien di Tengah Pandemi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan pemaparan saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Rapat kerja tersebut beragenda mendengarkan penjelasan tentang PMK No. 70/PMK.05/2020 tentang penempatan uang negara pada bank umum dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan pemaparan saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Rapat kerja tersebut beragenda mendengarkan penjelasan tentang PMK No. 70/PMK.05/2020 tentang penempatan uang negara pada bank umum dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta jajarannya untuk bekerja lebih efektif dan efisien di tengah pandemi Covid-19. Pesan itu ia sampaikan kepada para peserta program Secondment atau penugasan ASN dari satu organisasi ke organisasi lain untuk periode sementara di kementeriannya.

    "Secara tegas saya berpesan kepada para peserta secondment, agar mereka fokus mengukur kinerja sinergi tersebut dalam dua hal, yaitu penerimaan negara harus naik dan pelayanan terhadap publik harus ditingkatkan menjadi lebih baik," ujar Sri Mulyani dalam unggahan di akun Facebook-nya, Senin, 29 Juni 2020. "Bekerjalah lebih efektif dan efisien dalam situasi pandemi Covid-19 ini."

    Menurut Sri Mulyani, dalam kondisi masyarakat dan dunia usaha dihadapkan pada hal yang serba tidak pasti, peran Kemenkeu sangat ditunggu untuk memberikan solusi atas berbagai tantangan pemulihan ekonomi.

    Walau demikian, Sri Mulyani mengingatkan berbagai unit di bawah kementeriannya yang memiliki peran berbeda-beda tak akan efektif jika tidak bersinergi. Perlu usaha lebih dalam melakukan sinergi dan jika berhasil dampaknya akan luar biasa.

    "Ibarat lidi, menjadi  kurang  berarti jika sendiri-sendiri, tapi jika batang-batang lidi dikumpulkan menjadi satu, ia akan menjadi sapu dengan fungsi yang luar biasa," ujar dia.

    Sri Mulyani mengatakan unit di kementeriannya, misalnya Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), dan Lembaga National Single Window (LNSW), perlu bersinergi mencari solusi dan inovasi untuk melakukan akselerasi dalam meningkatkan daya saing.

    Di samping itu, sinergi juga diperlukan untuk meningkatkan kredibilitas dan efektifitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, meningkatkan efisiensi layanan publik, serta  meningkatkan peringkat kemudahan berbisnis di Tanah Air.

    Sebagai bagian dari sinergi, Sri Mulyani menuturkan empat unit tersebut melakukan secara rutin program secondment sebagai bentuk kalibrasi pemahaman yang seragam, peningkatan kapasitas SDM, serta  update isu terkini.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.