Sektor Pariwisata Dilonggarkan secara Bertahap

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama (kanan) didampingi Direktur Utama PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansoer (kiri) meninjau kawasan pariwisata Pantai Waterblow di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa, 16 Juni 2020. ANTARA/Fikri Yusuf

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama (kanan) didampingi Direktur Utama PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansoer (kiri) meninjau kawasan pariwisata Pantai Waterblow di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa, 16 Juni 2020. ANTARA/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pengelola destinasi wisata bersiap membuka layanan secara bertahap dalam waktu dekat dan menyiapkan rencana pemulihan jangka pendek di masa tatanan baru alias new normal. Direktur Industri dan Kelembagaan Pariwisata Badan Otorita Wisata Borobudur, Bisma Jatmika, mengatakan lembaganya menargetkan reaktivasi bisa digeber sejak awal semester kedua tahun ini, namun otoritas harus menunggu arahan resmi dari pemerintah.

    “Dimulai dari turis lokal, terutama sekitar Pulau Jawa yang perjalanannya overland melalui jalan tol. Bisa duluan pulih,” ucapnya kepada Tempo, Jumat 19 Juni 2020.

    Bisma menyebut kronologi pemulihan kegiatan masih harus mendapat izin dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta disinkronkan dengan regulasi pemerintah daerah. Sebelum pandemi, Otorita Borobudur tengah mengebut pengembangan berbagai fitur wisata di lahan seluas 309 hektare, meliputi Yogyakarta, Solo, dan Semarang.

    Dalam perencanaan baru, ujar Bisma, prosesnya akan dilanjutkan tahun depan. “Pasca pandemik, kami bisa mengaktifkan destinasi dengan kegiatan terpadu, seperti digital marketing, serta pedampingan masyarakat lokal untuk kegiatan produktif,“ kata dia.

    Gubernur Bali, I Wayan Koster, mengatakan wilayahnya sudah lebih siap membuka kegiatan usaha secara terbatas. Jasa pelancongan baru akan dibuka pada Agustus 2020, sebulan setelah pelonggaran kegiatan non-pendidikan dan non-wisata. “Khusus untuk pelancong domestik.” Adapun turis asing baru bisa masuk pada September 2020.

    Wayan mengatakan tahapan tersebut masih sekedar proyeksi dan bukan jadwal pasti, lantaran bisa dievaluasi selama pelaksanaan. Apalagi pemerintah mewaspadai risiko gelombang kedua Covid-19. "Jadi atau tidaknya tergantung perkembangan situasi, termasuk transmisi lokal di Bali."

    Lalu lintas perjalanan menuju Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali memang sudah tercatat meningkat selama setengah bulan ini. PT Angkasa Pura I (persero) mencatat pergerakan total penumpang pada 1 -15 Juni 2020 di bandara itu sudah menembus 8.116 orang

    FRANSISCA CHRISTY ROSANA | YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.