Tips Mengelola Dana Darurat di Masa New Normal

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi dana darurat (PIxabay.com)

    Ilustrasi dana darurat (PIxabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Money Management Expert yang juga co-founder @goodmoneyhabit, Simson Johanes M. Sinaga, berbagi tips seputar pengelolaan dana darurat di masa pandemi Covid-19, terutama memasuki periode new normal yang disiapkan pemerintah.

    "Selama pandemi ini kita telah belajar bahwa kas atau dana darurat merupakan salah satu komponen keuangan yang sangat penting," kata Simson saat dihubungi di Jakarta, Sabtu malam, 6 Juni 2020.

    Menurut dia, ada beberapa tips mengelola dana darurat pada masa new normal.
    Tips pertama, besaran dana darurat harus dapat disesuaikan dengan tingkat kestabilan pendapatan dan jumlah anggota keluarga. Misalkan bagi pekerja yang single dan belum menikah, disarankan memiliki dana darurat sebesar 3 sampai 6 kali biaya hidup bulanan.

    Sementara bagi yang sudah menikah besarnya dana darurat 6 sampai 9 kali biaya bulanan. Sementara bila sudah memiliki anak, disarankan memiliki dana darurat 9 sampai 12 kali biaya bulanan.

    Menurut Simson, dana darurat ini merupakan salah satu tujuan pengelolaan keuangan. Sehingga dalam mencapainya, siapapun bisa mengumpulkannya secara bertahap atau dicicil. Selain itu, Simson menyarankan agar dilakukan penghitungan sehingga bisa tahu pasti berapa jumlah tabungan ke dana darurat tiap bulannya.

    Tips kedua adalah menggunakan penghasilan yang sifatnya tahunan, seperti THR, bonus, uang cuti, sebagai penambah jumlah dana darurat. Kemudian, Simson mengingatkan bahwa dana darurat harus ditaruh di rekening yang terpisah dari rekening belanja. "Tidak boleh dicampur," kata dia.

    Selain pemisahan rekening, dana darurat bisa ditempatkan di reksadana pasar uang karena volatilitasnya rendah. Pada akhirnya, dana darurat ini sangat penting, terutama bagi yang sudah berkeluarga. Dana ini bertujuan untuk mengantisipasi adanya risiko kehilangan sumber penghasilan di keluarga.

    Namun di tengah pandemi yang sudah berjalan 3 bulan ini, beberapa orang bisa saja hampir menghabiskan dana daruratnya. Dalam situasi ini, kata Simson, maka mau tidak mau harus menambah penghasilan.

    Simson menyarankan siapapun yang dalam kondisi ini untuk tidak gengsi berjualan secara online. Saat ini, produk seperti frozen food, suplemen, asuransi, banyak dicari orang. "Jangan lupa tetap berempati kepada orang lain saat memasarkan produk kita, karena banyak juga orang lain yang terdampak akibat krisis ini," kata dia.

    Adapun perencana keuangan dari Tatadana Consulting, Tejasari Asad mengatakan hal penting yang harus diupayakan setiap keluarga adalah menambah dana darurat dan tidak menambah utang. “Sebaiknya (dana darurat) ditambah meski sedikit. Memang susah, tapi harus diupayakan. Dana darurat ini perlu karena kita tidak tahu kondisi ke depan,” ujar Tejasari kepada Tempo, Senin lalu.

    FAJAR PEBRIANTO | DIAN YULIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.