Aliran Modal Asing Meningkat, Intervensi BI Kian Berkurang

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi bertajuk

    Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi bertajuk "Digital Transformation For Indonesian Economy: Finding The New Business Models" di Hotel Kempinski, Jakarta pada Rabu, 11 Maret 2020.

    TEMPO.CO, Jakarta - Intervensi berupa pembelian surat utang negara oleh Bank Indonesia (BI) di pasar perdana kian berkurang. Penyebabnya, aliran modal asing masuk semakin deras sehingga kemampuan pasar untuk menyerap surat utang pun semakin besar.

    "Jadi pembelian oleh BI semakin lama semakin rendah," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2020.

    Awalnya, BI hanya bisa masuk ke pasar sekunder. Namun karena ada Covid-19, BI pun diizinkan untuk masuk ke pasar perdana. Ketentuan ini diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2020 yang dulunya bernama Perpu Corona.

    Perry merinci, pembelian SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) oleh BI pada lelang 21-22 April 2020 sebesar Rp 4,65 triliun. Lalu pada lelang 5 sampai 8 Mei 2020, sebesar Rp 7,3 triliun termasuk private placement Rp 3,67 triliun.

    Lalu pada 18 Mei 2020, hanya Rp 1,17 triliun saja. Sebab, peran BI sudah bisa digantikan oleh pasar. "Confidence pasar makin kuat," kata Perry.

    Situasi yang sama terjadi pada Surat Utang Negara (SUN) konvensional. Pada lelang 28 sampai 29 April 2020, BI membeli Rp 9,07 triliun. Lalu pada 12 Mei 2020, BI membeli sebesar Rp 1,77 triliun. Terakhir pada lelang minggu pertama Juni 2020 ini, BI membeli Rp 2,09 triliun. "Jadi kelihatan angkanya menurun," kata dia.

    Pada lelang terakhir ini pun, kata Perry, informasi dari Kementerian Keuangan menyebutkan penawaran yang masuk mencapai 5,2 kali lipat dari target Rp 104 triliun yang diinginkan. Lalu dari Rp 24,3 triliun yang dimenangkan, hanya Rp 2,09 triliun itulah yang diberikan untuk BI.

    Di sisi lain, Perry juga mengumumkan arus modal asing terus masuk ke Indonesia terus meningkat. Minggu pertama Juni 2020, total aliran modal asing atau new inflow yang masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) sudah mencapai Rp 7,01 triliun.

    Aliran modal asing ini pun tercatat paling tinggi dari beberapa minggu terakhir. Perry merinci net inflow pada minggu terakhir lebih rendah dari minggu pertama Juni ini.

    Pada minggu kedua Mei, Bank Indonesia mencatat net inflow sebesar Rp 2,97 triliun. Minggu ketiga Mei, net inflow mencapai Rp 6,15 triliun dan minggu keempat Mei angkanya sebesar Rp 2,54 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dirjen Hubjat: 3 Poin Utama Pedoman Teknis Keselamatan Pesepeda

    Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub menyebutkan tiga pokok utama pedoman teknis keselamatan pesepeda. Ada tiga poin yang perlu diperhatikan.