Coca Cola Indonesia Bangun Pabrik Daur Ulang Tercanggih di Dunia

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Botol Coca Cola yang dijual di salah satu rak toko di New York 9 Februari 2010. [REUTERS / Lucas Jackson]

    Botol Coca Cola yang dijual di salah satu rak toko di New York 9 Februari 2010. [REUTERS / Lucas Jackson]

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Coca Cola Amatil Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama atau Head of Agreement dengan perusahaan pengemasan, Dynapack Asia. Lewat kerja sama ini, mereka membentuk joint venture untuk membangun fasilitas daur ulang yang diklaim tercanggih di dunia.

    “Ini wujud langkah nyata kami terhadap kelestarian lingkungan hidup,” kata Presiden Direktur Coca Cola Amatil Indonesia, Kadir Gunduz dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2020.

    Nantinya, pabrik daur ulang ini akan mengolah kembali limbah Polyethylene Terephthalate (PET) berkualitas rendah menjadi PET berkualitas tinggi. Sehingga, hasil olahan ini akan sesuai dengan kemasan PET untuk produk makanan.

    Kadir mengklaim, penggunaan plastik daur ulang seperti ini dapat mengurangi jumlah resin plastik baru. Tahun 2020, setiap perusahaan diperkirakan bakal menggunakannya sebanyak 25 ribu ton.

    Sebagai perusahaan plastik rigid dan kemasan terbesar di Asia Tenggara dan Cina, Dynapack pun telah bekerja sama dengan banyak perusahaan selain Coca Cola. Saat ini, Dynapack juga telah menandatangani komitmen global dengan Ellen McArthur Foundation.

    Lewat komitmen tersebut, Dynapack membantu penggunaan 25 persen bahan resin daur ulang pada produk kemasan di tahun 2025. “Ini bentuk tanggung jawab kami terhadap lingkungan,” kata Presiden Direktur Dynapack Asia, Tirtadjaja Hambali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.