New Normal, Begini Cara Pengusaha Siapkan SOP Protokol Kesehatan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Soekarno Hatta melakukan rapid test (tes cepat) COVID-19 calon penumpang repatriasi mahasiswa Indonesia sebelum melakukan penerbangan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis, 7 Mei 2020. Pemerintah melalui kementerian Perhubungan membuka kembali penerbangan domestik dengan penumpang bersyarat seperti pebisnis, penumpang Repatriasi, perjalanan dinas pejabat negara dan tamu negara dengan wajib menyertakan surat keterangan Negatif COVID-19 dari rumah sakit. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas medis dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Soekarno Hatta melakukan rapid test (tes cepat) COVID-19 calon penumpang repatriasi mahasiswa Indonesia sebelum melakukan penerbangan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis, 7 Mei 2020. Pemerintah melalui kementerian Perhubungan membuka kembali penerbangan domestik dengan penumpang bersyarat seperti pebisnis, penumpang Repatriasi, perjalanan dinas pejabat negara dan tamu negara dengan wajib menyertakan surat keterangan Negatif COVID-19 dari rumah sakit. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaku usaha menyambut rencana pemerintah untuk menetapkan tatanan hidup new normal dan hidup bersama Covid-19. Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta W. Kamdani mengatakan standar operasional dan prosedur (SOP) untuk mulai berkegiatan secara terbatas tengah disusun oleh setiap sektor usaha menyesuaikan kebijakan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masing-masing daerah.  “SOP dan protokol kesehatan harus diterapkan sebagai pra syarat sebelum dibuka kembali,” ujar Shinta kepada Tempo, Rabu 20 Mei 2020. 

    Shinta menuturkan pada dasarnya seluruh sektor usaha telah siap beroperasi kembali, baik perkantoran, ritel, hingga pusat perbelanjaan. “Kami menunggu instruksi pemerintah untuk dapat segera mulai beroperasi,” katanya. Perusahaan BUMN yang telah lebih dulu menyusun SOP dan protokol akan menjadi percontohan bagi korporasi swasta untuk memulai bekerja di tengah pandemi yang masih berlangsung seperti saat ini.

    Shinta mengatakan skenario new normal membutuhkan masa transisi atau penyesuaian bagi pelaku usaha, pekerja, dan masyarakat. 

    Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang Energi, Minyak, dan Gas, Bobby Gafur Umar menyampaikan penerapan skenario new normal tak terhindarkan, karena kondisi pelaku usaha yang kian terhimpit. “Saat ini pengusaha tetap harus bayar kewajiban seperti tagihan listrik, cicilan bank, sedangkan cashflow berenti, kalau terus begini perusahaan bisa bangkrut,” ucapnya.

    Bobby mengatakan berdasarkan perhitungan asosiasi kapasitas dunia usaha untuk bertahan di tengah masa PSBB sudah semakin sulit. “Prediksi kami bulan Juni sudah susah sekali kalau ekonomi tidak segera berputar.” 

    Pemberlakuan tatanan baru pun kata Bobby tak serta merta memulihkan perekonomian secara total. “Risikonya masiih banyak, kalau pun dibuka nanti secara umum baru akan pulih 20-30 persen dari aktivitas normal,” katanya. “Tapi tetap butuh dibuka pelan-pelan karena supaya tidak benar-benar berhenti dan menyebabkan recovery semakin lambat.” 

    Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah mengatakan meski aktivitas ekonomi akan bergerak kembali, kinerja perekonomian nasional tidak bisa sepenuhnya diselamatkan. Sebab, operasional dunia usaha masih bersifat terbatas sehingga pendapatan maupun konsumsi belum akan normal seperti sedia kala. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?