Seperti Minyak Mentah, Harga Gas Diprediksi Turun ke Level Minus

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang lelaki berdiri dekat dengan kilang Cardon, milik perusahaan minyak negara Venezuela PDVSA di Punto Fijo, Venezuela 22 Juli 2016. [REUTERS]

    Seorang lelaki berdiri dekat dengan kilang Cardon, milik perusahaan minyak negara Venezuela PDVSA di Punto Fijo, Venezuela 22 Juli 2016. [REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Chairman ENN Energy Holdings Ltd., Wang Yusuo memperkirakan harga gas alam bisa sama kondisinya dengan minyak mentah yakni menembus level minus akibat tak adanya fasilitas penyimpanan. Meski begitu, kontraksi harga gas itu diprediksi hanya terjadi dalam jangka pendek. 

    Dikutip dari Bloomberg, Kamis, 14 Mei 2020, salah satu distributor gas terbesar di Cina memperingatkan bahwa harga gas alam berpeluang menyentuh harga negatif. Hal tersebut disampaikan saat rapat bersama para pemegang sahamnya. Dengan begitu, skenario yang sebelumnya terjadi pada minyak pada bulan lalu bisa terulang pada gas alam. 

    Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) sempat menyentuh level negatif US$ 37 per barel pada bulan lalu, April 2020. Artinya, para penjual minyak harus membayar pembelinya.

    Meski harga gas rendah akan menguntungkan perusahaannya melalui penurunan biaya impor, trader gas harus bersiap terhadap kejatuhan harga minyak pada komoditas gas. “Itu karena gas alam memiliki kapasitas penyimpanan yang lebih terbatas dan produksinya lebih rumit. Jadi (harga negatif pada gas alam) itu bisa terjadi. Namun, saya menilai itu tak akan terjadi lama,” kata Yuso.

    Adapun harga gas acuan di Asia, Eropa dan Amerika Serikat telah diperdagangkan di level rendah pada tahun ini karena banjir pasokan dan rendahnya permintaan akibat pandemi virus Corona. Bloomberg mencatat harga gas alam untuk kontrak Juni 2020 pada bursa Nymex menyentuh US$ 1,63 per MMBtu atau menguat 0,87 persen.

    Selama ini pasar gas alam Cina terbagi menjadi dua bagian dengan badan usaha milik negara (BUMN) besar yang melakukan produksi dan impor gas dalam jumlah besar. Sementara itu, perusahaan yang lebih kecil seperti ENN membeli dari BUMN dan mendistribusikannya.

    ENN yang sebagian besar kegiatannya berada di bagian timur dan selatan Cina, memiliki fasilitas pencairan gas alam di dekat Shanghai. ENN berencana mengambil keuntungan dari harga murah di pasar spot dengan meningkatkan impor bahan bakar tahun ini.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).