Pelni Siap Kembali Jual Tiket Lagi untuk Angkut Penumpang

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekitar 500 orang mengikuti salat Idul Fitri di atas kapal KM Ciremai, milik PT Pelni, di rute laut Surabaya-Makassar pada Rabu, 5 Juni 2019 pagi. Jamaah meluber hingga di luar mushola kapal. TEMPO/Dwi Arjanto.

    Sekitar 500 orang mengikuti salat Idul Fitri di atas kapal KM Ciremai, milik PT Pelni, di rute laut Surabaya-Makassar pada Rabu, 5 Juni 2019 pagi. Jamaah meluber hingga di luar mushola kapal. TEMPO/Dwi Arjanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) alias Pelni siap membuka kembali kegiatan operasional untuk mengangkut penumpang dengan syarat. Hal ini berkaitan dengan telah diterimanya Surat Edaran Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Nomor 4 Tahun 2020 dan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor 21 Tahun 2020.

    Direktur Usaha Angkutan Penumpang Pelni, O.M. Sodikin menyampaikan Manajemen saat ini tengah mempersiapkan kembali penjualan tiket bagi penumpang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh Gugus Tugas. Rencananya kapal akan menuju Pelabuhan yang hingga saat ini belum ditutup bagi Penumpang.

    "Sesuai dengan Surat Edaran yang telah kami terima, Manajemen akan mempersiapkan armada kapal untuk kembali mengangkut penumpang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan menuju pelabuhan di Jakarta, Surabaya, dan Makassar," kata Sodikin dalam keterangan tertulis, Rabu, 13 Mei 2020.

    Manajemen juga akan memberlakukan ketentuan bahwa penumpang untuk membawa surat keterangan sehat dari dinas kesehatan maupun KKP setempat yang menyatakan negatif terpapar Covid-19. selain itu, Manajemen pun memastikan bahwa selama kegiatan operasional berlangsung, pelaksanaan protokol kesehatan terkait penyebaran virus di atas kapal akan tetap dilaksanakan, serta akan membatasi interaksi antara petugas kapal dan penumpang.

    Hal senada  disampaikan oleh Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni, Yahya Kuncoro, yang mengatakan bahwa perseroan terus menjalin komunikasi dengan pengelola pelabuhan dan otoritas di pelabuhan. Sehingga, pelaksanaan protokol kesehatan dapat lebih diawasi selama kegiatan operasional berlangsung.

    "Pelni kini sedang melakukan sosialisasi kepada seluruh cabang dan kapal terkait pelaksanaan ini," tutur Yahya. Selain itu, perseroan pun telah mengatur pembatasan akses bagi penumpang selama berada di atas kapal, serta skema jaga jarak antar penumpang baik itu pada nomor bed ataupun saat pengambilan makan. "Sehingga tetap melaksanakan prosedur physical distancing selama perjalanan."

    Yahya menambahkan, sesuai dengan SE Gugus Tugas No 4/2020 dan SE Dirjen Hubla No 21/2020, pelayanan operasional kapal penumpang akan diberikan kepada orang yang bekerja pada lembaga pemerintah, perusahaan swasta atau perusahaan swasta asing yang beroperasi di wilayah teritorial Indonesia. Syaratnya, perjalanan itu hanya berkaitan dengan pelayanan pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum, pelayanan kesehatan, pelayanan kebutuhan dasar, pelayanan pendukung layanan dasar, dan pelayanan fungsi ekonomi penting.

    Selain itu, perjalanan juga dibuka untuk pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan orang yang anggota keluarga intinya sakit keras atau meninggal dunia juga. Serta bagi repatriasi Pekerja Migran Indonesia, WNI, dan pelajar atau mahasiswa yang berada di luar negeri, dan pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah asal, juga akan dilayani sesuai ketentuan yang berlaku.

    Pelni sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak pada bidang transportasi laut hingga saat ini telah mengoperasikan sebanyak 26 kapal penumpang dan menyinggahi 83 pelabuhan serta melayani 1.100 ruas.

    Selain angkutan penumpang, Pelni juga melayani 45 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di daerah T3P dimana kapal perintis menyinggahi 275 pelabuhan dengan 3.739 ruas. PELNI juga mengoperasikan sebanyak 20 kapal Rede. Sedangkan pada pelayanan bisnis logistik, kini Pelni mengoperasikan 4 kapal barang, 8 kapal tol laut serta 1 kapal khusus ternak.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.