Pemerintah Petakan Strategi Pulihkan Wisata Destinasi Prioritas

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Start up travel ternama asal Jerman, Tourlane, pada 8 April 2020 merilis hasil riset yang salah satunya menetapkan Bali sebagai pulau terpopuler di dunia. Penetapan tersebut menggunakan metode pencarian dari jumlah tanda pagar (tagar) di Instagram. Dok. Kemenparekraf

    Start up travel ternama asal Jerman, Tourlane, pada 8 April 2020 merilis hasil riset yang salah satunya menetapkan Bali sebagai pulau terpopuler di dunia. Penetapan tersebut menggunakan metode pencarian dari jumlah tanda pagar (tagar) di Instagram. Dok. Kemenparekraf

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tengah memetakan strategi pemulihan wisata untuk destinasi prioritas yang terdampak virus corona. Reaktivasi kegiatan ekonomi berbasis wisata ini akan mengutamakan sisi kesehatan dan kenyamanan pengunjung.

    "Ini berlaku untuk semuanya, mulai atraksi, akomodasi, preferensi produk, transportasi, hingga label higienis," ujar Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Agustini Rahayu kepada Tempo, Selasa, 12 Mei 2020.

    Rancangan pemulihan tersebut pun menjadi bagian dari konsep "new normal" yang dicanangkan Kementerian. Mengacu pada paradigma ini, nantinya dari sisi atraksi, Agustini mengatakan pelaku wisata akan diminta memperhatikan kapasitas daya tampung. Sebab, ke depan, wisatawan bakal memilih hiburan yang mengusung konsep jaga jarak fisik atau physical distancing untuk mencegah penyebaran Covid-19.

    Agustini menerangkan, konsep ini diadaptasi dari Italia yang sudah lebih dulu menerapkan physical distancing di area pantai. Sedangkan dari sisi transportasi, dia memperkirakan perilaku wisatawan dalam memilih moda perjalanan akan berubah.

    Menurut dia, wisatawan akan lebih memperhatikan waktu lama transit. Bahkan, mereka bakal mengutamakan jadwal perjalanan langsung. Karena itu, operator diminta menyesuaikan.

    Begitu pula dengan kondisi di dalam armada. Agustini menjelaskan, wisatawan pada masa mendatang akan lebih memperhatikan kebersihan hingga jaminan sanitasi di dalam kendaraan yang ditungganginya.

    Sementara itu, untuk preferensi produk, Agustini mengatakan pilihan wisatawan yang sebelumnya mengutamakan destinasi viral akan beralih. "Nantinya tren itu berubah ke arah kesehatan, aktivitas outdoor yang memiliki udara sejuk, self-driving, dan private tour," tuturnya.

    Tren baru ini juga akan tampak di sisi akomodasi. Bila dulunya wisatawan memikirkan harga, ke depan, ia memproyeksikan tarif sudah bukan lagi menjadi pertimbangan. Perhatian wisatawan akan difokuskan pada kondisi penginapan yang higienis dan nyaman.

    "Mereka juga akan memilih tipe akomodasi seperti vila, resor, atau bahkan yang dekat dengan bandara/ferry terminal sehingga jika terjadi sesuatu, transportasi akan udah diakses," katanya.

    Adapun dari sisi label higienitas, Agustini mengatakan Kementeriannya akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Dia berharap pemerintah dapat memberikan panduan atau pedoman bagi wisatawan yang akan melancong pasca-pandemi corona berakhir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.